Soal Bukti Vaksinasi, Wagub DKI: Untuk Kesehatan & Keselamatan Bersama

Komaruddin Bagja, Sindonews · Senin 02 Agustus 2021 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 02 338 2449619 soal-bukti-vaksinasi-wagub-dki-untuk-kesehatan-keselamatan-bersama-oQf1Qo7Vvj.jpg Ilustrasi (Foto : MPI)

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mewajibkan para pelaku kegiatan di semua sektor telah mendapatkan vaksinasi Covid-19. Karena itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) berusaha semaksimal mungkin melakukan percepatan pelaksanaan vaksin agar seluruh warga Jakarta bisa mendapatkannya.

"Dan juga dalam PPKM level 4 ini ada beberapa kebijakan yang mengharuskan untuk memasuki satu unit kegiatan harus ada vaksin. Seperti yang sudah dikeluarkan oleh kadisparisiwata. Tujuannya tidak lain hanya ingin memastikan bahwa mengutamakan kesehatan dan keselamatan seluruh warga," kata Ariza di Jakarta, Senin (2/8/2021).

"Jadi maaf, untuk dipahami dimengerti oleh warga Jakarta bahwa vaksin ini adalah sesuatu yang sangat penting bagi kesehatan, keselamatan kita keluarga dan semuanya," sambungnya.

Politikus Partai Gerindra itu menambahkan, vaksin Covid-19 berbeda dengan vaksin cacar dan lainnya.

Baca Juga : Usai Divaksin, Siswa Ini Ungkap Kerinduan Belajar Tatap Muka

"Vaksin ini penting, karena kalau tidak divaksin bisa mengakibatkan penularan dan bisa mengakibatkan kematian. Jadi, kami minta semuanya segerakan melaksanakan vaksin di tempat masing-masing dan juga seluruh warga agar mendapatkan vaksin," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, dari 4,2 juta orang ber-KTP DKI Jakarta yang sudah divaksin minimal dosis pertama, hanya 2,3% yang tetap terinfeksi. Dan sebagian besar dari mereka yang terinfeksi tidak bergejala atau bergejala ringan.

Sementara, dari 4,2 juta orang yang sudah divaksin tersebut, hanya 0,013% yang meninggal sesudah terpapar Covid-19, atau sekitar 13 kasus per 100 ribu penduduk.

“Artinya apa? Sebelum kegiatan dimulai, maka pelaku di sektor itu, pelaku kegiatannya harus vaksin dulu. Pembukaannya akan diatur bertahap dan tahapan itu ada kaitannya dengan vaksin. Jadi, misalnya tukang cukur mau buka, boleh. Tapi tukang cukurnya vaksin dulu, dan yang mau cukur harus sudah vaksin. Warung, restoran mau buka, boleh. Tapi, karyawannya vaksin dulu. Yang mau makan di restoran juga harus sudah vaksin,” ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu 31 Juli 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini