5.000 Warga Tangsel Masih Isoman Covid-19 di Rumah

Hasan Kurniawan, Okezone · Senin 02 Agustus 2021 18:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 02 338 2449772 5-000-warga-tangsel-masih-isoman-covid-19-di-rumah-2vb9BP4UxM.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

TANGERANG SELATAN - Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), masih tinggi. Tercatat, sebanyak 10 ribu warga terpapar dan 5.000 orang isoman di rumah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Dokter Alin Hendarlin mengatakan, RLC sudah tidak bisa menampung. Rumah sakit juga penuh. Sehingga, banyak warga yang terpaksa memilih isoman di rumahnya masing-masing.

"Jadi ada 10.000 kasus aktif. Bisa dilihat di web. Dari jumlah itu, 50-60% nya isoman. Itu isolasi mandiri dan dirawat," kata Alin, kepada Sindonews, di Ciputat, Senin (2/8/2021).

Dijelaskan dia, kasus konfirmasi Covid-19 itu ada dua, pertama yang diakui dan terdata dengan antigen dan kedua dengan PCR. Hal ini berbeda dengan sebelumnya yang hanya mencatat kasus konfirmasi sesuai PCR.

"Ya, jadi pada PPKM Level 4 tidak perhatikan zona, tapi perhatikan kriteria. Pada saat angka kematian turun, tapi kasus positif naik tetap ambil yang paling tinggi," paparnya.

Baca Juga : 620 Ribu Dosis Vaksin Covid-19 AstraZeneca Asal Inggris Tiba di Indonesia

Sementara itu, Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie mengatakan, pihaknya berharap Tangsel bisa turun level dari 4 ke 3, pada evaluasi perpanjangan ini.

"Saya berharap PPKM Tangsel berlanjut ke Level 3. Tapi tergantung nanti evaluasi hari ini terakhir bersama wapres, mudah-mudahan turun ke Level 3," sambung Benyamin.

Dijelaskan dia, pada hakikatnya pelaksanaan PPKM akan terus dilakukan. Namun, sampai level berapa, tergantung pada perkembangan Covid-19 di wilayah masing-masing.
"Kalau dengan keterisian tempat tidur yang terus turun, walau angka penularan masih di atas 5%, tapi angka kematian turun. Kita berhatap turun ke Level 3 dan akan banyak terjadi kelonggaran," pungkasnya.

Dijelaskan dia, pada hakikatnya pelaksanaan PPKM akan terus dilakukan. Namun, sampai level berapa, tergantung pada perkembangan Covid-19 di wilayah masing-masing.


"Kalau dengan keterisian tempat tidur yang terus turun, walau angka penularan masih di atas 5%, tapi angka kematian turun. Kita berhatap turun ke Level 3 dan akan banyak terjadi kelonggaran," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini