Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Turun 975, Sembuh 793.928 Orang

Komaruddin Bagja, Sindonews · Selasa 03 Agustus 2021 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 03 338 2450399 kasus-aktif-covid-19-di-jakarta-turun-975-sembuh-793-928-orang-THRzuK3mKZ.jpg Covid-19.(Foto:Dok Okezone)

JAKARTA - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 22.347 spesimen.

Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 15.792 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 1.601 positif dan 14.191 negatif. Selain itu, dilakukan pula tes Antigen hari ini sebanyak 12.687 orang dites, dengan hasil 574 positif dan 12.113 negatif.

Lebih lanjut, Dwi juga menyampaikan, target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu.

Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 147.264 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 505.977 per sejuta penduduk.

Baca Juga: Percepat Herd Immunity, Vaksinasi di 3 Provinsi Tembus Lebih dari 50 Persen

"Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta turun sejumlah 975 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 14.004 (orang yang masih dirawat/ isolasi). Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 820.365 kasus. Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR," kata Dwi di Jakarta, Selasa (3/8/2021).

Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 793.928 dengan tingkat kesembuhan 96,8%, dan total 12.433 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,5%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,8%.

"Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 14,8%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 15,2%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%," tutupnya.

(saz)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini