Jual Kartu Vaksin dan Surat Swab Antigen Palsu, Karyawan Fotokopi di Bekasi Ditangkap

Abdullah M Surjaya, Koran SI · Selasa 03 Agustus 2021 21:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 03 338 2450444 jual-kartu-vaksin-dan-surat-swab-antigen-palsu-karyawan-fotokopi-di-bekasi-ditangkap-wI7aoQfl8w.jpg Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Hendra Gunawan (Foto: Abdullah)

BEKASI - Polres Metro Bekasi menangkap dua pelaku pemalsu kartu vaksinasi dan surat hasil pemeriksaan rapid antigen di Jalan Raya Industri Pasir Gombong, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Kedua pelaku yakni AI dan HH, diketahui merupakan karyawan di tempat fotokopi.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Hendra Gunawan mengatakan, penangkapan kedua pelaku ini berawal dari laporan masyarakat yang mana adanya tempat fotokopi yang diduga menyediakan jasa pembuatan kartu vaksin dan surat hasil antigen palsu.

”Saat ditelusuri, laporan tersebut rupanya terbukti,” katanya, Selasa (3/8/2021).

Baca juga: Tambun Selatan Jadi Zona Merah Covid-19, Kapolres Bekasi: Kita Kejar Herd Immunity ke Sana

Kemudian petugas mendatangi tempat tersebut guna melakukan dan klarifikasi informasi tersebut. Dari hasil pemeriksaan, pemalsuan kartu vaksin dan surat antigen palsu itu dilakukan pelaku dengan mengandalkan mesin scan. Kartu vaksin dan surat hasil antigen mereka pindai hingga menjadi soft file.

”Didapati bahwa AI dan HH (karyawan) memiliki file scan dan softcopy dari kartu vaksin, hasil pemeriksaan rapid antigen dan antibodi di dalam komputer. Mereka kami amankan dengan barang buktinya,” ungkapnya.

Baca juga: Angkut Pemudik Idul Adha, 10 Travel Gelap Diamankan di GT Cikarang Barat

Menurut dia, awal mula ide pemalsuan ini muncul tatkala kedua pelaku menerima jasa memindai dokumen asli kartu vaksin dan hasil tes antigen.

Hasil pemindaian itu kemudian mereka simpan. Ketika ada masyarakat yang membutuhkan, mereka kemudian mengubahnya menggunakan aplikasi photoshop.

”Pelaku membuat dokumen tersebut dengan cara, men-scan dokumen asli dari pelanggan lalu disimpan untuk kemudian diedit keterangan yang ada di dalamnya menggunakan photoshop,” jelasnya.

Kemudian, lanjut Hendra, dijual ke orang yang memerlukannya, atau mengubah waktu pembuatan dan masa berlaku yang tertera di Surat Hasil Pemeriksaan rapid antigen tersebut.

Adapun jasa pembuatan kartu vaksin dan hasil pemeriksaan rapid antigen dan antibodi palsu tersebut dilakukan pelaku sejak Juni 2021 lalu, karena banyak warga membutuhkan surat keterangan itu dan dipalsukan.

Baca juga: Pengunjung Pasar Tanah Abang Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin

Tarif dari pembuatan dokumen tersebut sebesar Rp 15.000-25.000 per lembar. Sedangkan keuntungan yang sudah diperoleh selama ini sebesar Rp240.000. Selain menangkap pelaku, polisi pun mengamankan sejumlah barang bukti berupa seperangkat personal computer, satu unit printer merek Epson, satu unit scanner merk Canon, tiga lembar kartu vaksinasi.

Kemudian sembilan lembar surat hasil pemeriksaan antigen dan empat lembar surat hasil pemeriksaan antibodi.

Baca juga: Maraknya Cetak Kartu Vaksin Melalui Jasa, Kominfo Wanti-wanti Soal Data Pribadi

Atas praktik pemalsuan ini, kedua pelaku dijerat pasal 32 Jo pasal 48 ayat (1) dan pasal 35 Jo pasal 51 ayat (1) Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, kemudian pasal 263 ayat 1 dan pasal 268 ayat 1 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini