Ingin Dapatkan Kartu Vaksin, Mahasiswa Ini Malah Dipukul Oknum Sekuriti GBK

Jonathan Nalom, MNC Media · Selasa 03 Agustus 2021 23:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 03 338 2450468 ingin-dapatkan-kartu-vaksin-mahasiswa-ini-malah-dipukul-oknum-sekuriti-gbk-BRdzmewss3.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Seorang mahasiswa asal Cakung, Jakarta Timur, Zaelani menjadi korban pemukulan oknum sekuriti Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Padahal, Zaenal telah menjelaskan bahwa kedatangannya menuju GBK untuk mencari tahu perihal setifikat vaksinasi miliknya.

Dia pun menghubungi call centre pusat informasi Covid-19 yakni 119 untuk menanyakan sertifikat vaksin miliknya. Saat itu, operator mengarahkannya menuju ke GBK untuk menanyakan langsung di tempat dirinya menerima vaksin.

Lantas ia pun bertolak menuju GBK guna mendapatkan sertifikat vaksinasi Covid-19 tersebut.

"Sampai di pos sekuriti lima, saya dilempar ke pos dua. Sampai di pos dua, nyatanya di situ nggak bisa karena di situ kan untuk ojek online," kata Zaelani, saat dihubungi, Senin (02/08/2021).

Baca juga: Mahasiswa Ini Syok Lihat Mayat Temannya Jadi Bahan Anatomi Tubuh di Kelas, Diduga Ditembak Polisi

Karena dirinya kemudian ‘dilempar’ lagi, Zaenal pun sedikit ngeyel dan bersikeras untuk bisa masuk lewat pintu tersebut. Lebih lanjut, Petugas keamanan yang tak bisa menghadapi langsung memanggil petugas lainnya.

"Dia (sekuriti) akhirnya manggil temannya. Saya jelasin juga ke temannya yang baru datang itu, tetap nggak bisa. Nah, di situlah kejadian dipukul, dipukul sama orang kedua yang baru datang. Dia pukul mungkin karena emosi saat saya ngeyel untuk masuk," tambahnya.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Massal di GBK Terbuka untuk Warga Ber-KTP atau Berdomisili Jakarta

Menerima hantaman dari petugas, Zaelani pun mengaku langsung bertolak lari menjauhi petugas tersebut. Namun, seorang satpam berhasil mengamankannya dan menggiring dia ke pos satpam.

"Saya kan lari dari situ, saya ketangkap akhirnya sama sekuriti temannya. Akhirnya saya dibawa ke pos sekuriti dan di situ saya diintimidasi," lanjut dia.

"Ya akhirnya saya mau nggak mau bikin surat pernyataan yang isinya itu damai. Kedua pihak damai di dalam surat itu, tapi yang tanda tangan saya sendiri di atas materai yang disiapin satpam, yang mukul itu enggak tanda tangan di surat," jelasnya.

Baca juga: Setiap Akhir Pekan 40 Ribu Orang Ditargetkan Ikuti Vaksinasi di Stadion GBK Senayan

Atas kejadian tersebut Zaelani mengaku melaporkan insiden yang dialaminya, yakni intimidasi dan pemukulan. Hal tersebut ia teruskan ke Polres Metro Jakarta Pusat.

"Jadi habis buat surat perdamaian, saya ke rumah sakit dulu (untuk berobat), terus besoknya langsung lapor ke Polres. Laporannya sehari setelah kejadian, kejadiannya hari Jumat, laporan ke polisi hari Sabtu, 31 Juli 2021," ungkapnya.

Baca juga: Ahmad Muzani Usul Fasilitas Kompleks GBK Jadi RS Darurat Covid-19

Zaelani menambahkan dirinya telah menerima suntikan dosis pertama ada tanggal 3 Mei 2021 silam. Selanjutnya, dosis keduanya diterima pda tanggal 31 Mei 2021.

"Kalau sertifikat dosis pertama itu dikirim, sudah ada. Tapi yang kedua nggak dikirim-kirim, jadi saya ke GBK untuk tanya, malah dipukul," tandasnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Wisnu Wardhana membenarkan pihaknya sudah menerima laporan tersebut. Laporan tersebut teregistrasi dengan Nomor: LP/B/997/VII/2021/SPKT/Polres Metro Jakarta Pusat/Polda Metro Jaya.

"Benar sudah dterima laporannya, sementara kita tindaklanjuti dan dalam proses," kata Wisnu, ketika dikonfirmasi.

Baca juga: Corona Melonjak! Kawasan GBK Dipadati Masyarakat Berolahraga, Banyak Tak Pakai Masker

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini