Walkot Jakut: Rusun Nagrak Tetap Jadi Lokasi Isolasi Terpusat

Antara, · Rabu 04 Agustus 2021 00:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 04 338 2450474 walkot-jakut-rusun-nagrak-tetap-jadi-lokasi-isolasi-terpusat-H68S0R9Onz.jpg Ilustrasi (Foto: Antara)

JAKARTA - Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengatakan, Rumah Susun (Rusun) Nagrak Cilincing tetap menjadi tempat isolasi terpusat bagi pasien Covid-19.

"Jadi kami lebih senang mengirim warga kami ke sana (Rusun Nagrak). Dan lebih terkendali, lebih terjamin juga," ujar Ali saat ditemui di lokasi Isolasi Terpusat Asrama Universitas Bunda Mulia (UBM Housing) Pademangan, Jakarta Utara, Selasa 3 Agustus 2021.

Ia mengatakan, lokasi isolasi mandiri lain bagi pasien Covid-19, seperti Balai Yos Sudarso (Kantor Wali Kota Jakarta Utara) disiapkan untuk mengantisipasi adanya lonjakan kasus Covid-19 di Ibu Kota seperti dua atau tiga pekan sebelumnya.

Baca juga: 576 Pasien Covid-19 Dirawat di Rusun Nagrak Cilincing

Selain itu, ada pula Gelanggang Olah Raga (GOR) yang dijadikan lokasi isolasi mandiri (isoman) terkendali di dua lokasi, yakni GOR Tanjung Priok dan GOR Pademangan.

"Nah, kalau pun ada ledakan-ledakan (kasus Covid-19) kayak kemarin, kami antisipasi dengan membuka beberapa (lokasi isoman terkendali). Kami juga ada di Gelanggang Olah Raga (GOR), ada juga di Kantor Wali Kota Jakarta Utara," ujar Ali.

Baca juga: Cegah Penularan Covid-19, Pemkot Jakut Tutup Obyek Wisata Sejarah

Selain itu, Pemerintah Kota Jakarta Utara juga memiliki lokasi isolasi mandiri terkendali yang berkolaborasi dengan Badan Usaha Milik Daerah, perusahaan swasta, dan unsur masyarakat lainnya.

"Seperti lokasi isoman di UBM Housing yang mampu menampung hingga 600 orang, ini kan adanya di wilayah Jakarta Utara. Jadi kalau ada pengusaha yang bertanggung jawab terhadap karyawannya yang terpapar, bisa menyediakan lokasi isolasi terkendali seperti ini, akan lebih baik," ungkap Ali.

Namun, Ali mengatakan lokasi isolasi yang diutamakan tetap di RSDC-19 Rusun Nagrak. Lokasi isoman terkendali lainnya hanya disiapkan seperti tempat transit bila terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Jakarta Utara.

Apalagi di awal pembukaan, Rusun Nagrak itu tidak menerima pasien terkonfirmasi positif COVID-19 lewat hasil usap antigen, namun harus berdasarkan hasil tes usap PCR.

"Nah, sambil menunggu hasil laboratorium PCR-nya, kami transit di Kantor Wali Kota, tadinya seperti itu. Tapi kan sekarang Nagrak kan juga sudah terima yang antigen. Jadi warga tidak ada perlu transit isolasi lagi, bisa langsung ke Nagrak," tutur Ali.

Untuk isolasi mandiri yang di rumah juga tersedia karena memang penderita Covid-19 memiliki rumah yang representatif sebagai tempat isoman, satu keluarga terpapar Covid-19, dan Satuan Tugas RT/RW-nya bertanggung jawab untuk mengawasi warga selama menjalani isoman.

Baca juga: Cegah Kebanjiran, Drainase di Jakut Dibenahi

"Kalau memenuhi syarat ini, oke, (isolasi mandiri) di rumah enggak apa-apa. Tapi kalau memang sulit mengawasi, kami sarankan tetap ke Nagrak. Karena lebih terkendali, itu saja, untuk meminimalisir penularan," kata Ali.

Ali mengatakan di Jakarta Utara saat ini masih ada sekitar 4.000-an kasus positif aktif. Mengingat banyak lokasi isolasi mandiri terkendali yang masih belum terisi, maka Pemerintah Kota Jakarta Utara lebih mengarahkan pasien Covid-19 isolasi terpusat di Rusun Nagrak.

Baca juga: 9.087 Lansia di Jakarta Utara Mendaftar Vaksinasi Covid-19

Selain menyediakan lokasi isolasi, capaian vaksinasi di Jakarta Utara juga terus ditingkatkan. Hingga saat ini, sudah 80 persen lebih warga ber-KTP DKI Jakarta yang telah mengikuti vaksinasi dari total warga sebanyak 1.440.089 jiwa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini