Jual Obat Terapi Covid-19 dengan Harga Selangit, 24 Orang Ditangkap

Ari Sandita Murti, Sindonews · Rabu 04 Agustus 2021 16:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 04 338 2450864 jual-obat-terapi-covid-19-dengan-harga-selangit-24-orang-ditangkap-deCiUjmfca.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (Foto: okezone)

JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, polisi mengungkap kasus penjualan obat terapi Covid-19 dengan harga berkali-lipat di kawasan Jakarta dan sekitarnya. Dari pengungkapan kasus itu, polisi mengamankan 24 orang yang terlibat dalam proses penjualan.

"Ada 24 orang termasuk satu perawat kami amankan, modusnya itu dia bisa membeli dari apotek dan farmasi karena harga standar dengan memalsukan surat dokter serta bekerja sama dengan orang apotek," ujarnya pada wartawan, Rabu (4/8/2021).

Baca Juga:  Kemendagri Dalami Kasus Gagal Vaksin karena NIK Dipakai Warga Asing

Menurutnya, pengungkapan obat terapi Covid-19 itu bukan pertama kalinya dilakukan polisi di masa pandemi. Mereka itu merupakan orang yang mencari keuntungan semata di saat masyarakat menderita, membeli obat terapi Covid-19, menimbunnya, dan menjualnya kembali dengan harga berkali-kali lipat.

"Ada avigan, kita lihat avigan harganya tak terlalu mahal, tapi karena ditimbun dan langka dijual sampai puluhan juta," tuturnya.

Dari 24 orang itu, kata dia, ada perawat yang turut diamankan karena dia mengambil obat dari pasien yang telah meninggal dunia, dia kumpulkan dan jual dengan harga mahal.

Dari 24 orang itu berinisial BC, MS, AH, RS, LO, RH, TF, NN, SJ, MS, MH, RB, AH, SO, YN, HH, AA, UF, LP, DW, MI, MR, DS, dan MD dan diamankan bukti berupa 6.964 butir dan 27 botol vial obat terapi Covid-19 berbagai merek.

Adapun obat dimaksud, Avigan Favipiravir 200 mg tablet dijual Rp200.000 dari harga normal Rp22.500. Lalu, Actemra 80 mg/4 ml dijual Rp40.000.000 dari harga normal Rp1.162.200). Lalu, Fluvir Oseltamivir 75 mg tablet dijual Rp100.000 dari harga normal Rp26.000.

Baca Juga:  30% Penerima Vaksin di Jakarta Ternyata Warga Luar Daerah, Wagub DKI: Kami Tak Membatasi

Kemudian, Azithromycin 500 mg tablet dijual Rp13.500 dari harga normal HET Rp1.700. Dan Ivermectin 12 mg tablet dijual Rp75.000 dari harga normal Rp7.500.

"Pasal yang dikenakan Pasal 196 dan atau Pasal 198 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan atau Pasal 62 Jo Pasal 10 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun penjara," katanya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini