Terdampak PPKM, Pedagang Kaki Lima di Puncak Bogor Gulung Tikar

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Jum'at 06 Agustus 2021 04:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 05 338 2451623 terdampak-ppkm-pedagang-kaki-lima-di-puncak-bogor-gulung-tikar-l4v2cEBdtM.jpg Kawasan Puncak, Bogor.(Foto:Dok SINDOnews)

BOGOR - Sejak PPKM diberlakukan imbas pandemi Covid-19, sekitar 20 persen pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, gulung tikar alisa terpaksa tutup. Hal itu dikarenakan sepinya wisatawan membuat omset merosot tajam.

"Yang tutup mah sekitar 20 persen," kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Puncak, Teguh Mulyana kepada wartawan, Kamis (5/8/2021).

Pedagang, khususnya makanan matang, yang masih buka kerap merugi. Pasalnya, bahan makanan yang mereka siapkan sering kali tersisa banyak, sehingga terpaksa dibuang atau tidak bisa dijual lagi.

Baca Juga: Gegara Kerumunan, Puluhan Lapak PKL di Masjid At Ta'awun Puncak Dibongkar

"Kayak soto, kuliner itu tidak ada tamu kan dibuang makanya (mending) tutup. Bakso juga kan nggak kuat sampe 3-4 hari. Kalau ngga abis dibuang. Kalau oleh-oleh mah masih bisa (tahan lama)," ungkapnya.

Selain itu, warga Puncak yang bergantung pada sektor pariwisata seperti sopir travel pun banting setir menjadi pedagang keliling. Karena, tak ada wisatawan asing yang datang ke kawasan Puncak.

"Ada travel khusus tamu Timur Tengah jumlahnya 32 pangkalan biasanya antar tamu menjemput dari bandara tapi tamunya ngga ada. Tamu Timur Tengah biasanya pertahun nyampe 3.000," jelasnya.

Karena itu, pedagang maupun usaha kecil dan menengah lainnya berharap PPKM tidak berlanjut agar wisatawan kembali datang ke Puncak. Mereka pun siap melaksanakan protokol kesehatan ketat.

"Hampir 80 persen warga Puncak ini mencari nafkah melalui kegiatan kepariwisataan. Kuncinya adalah kunjungan wisatawan, kalau itu nggak ada (wisatawan) yaudah kita tutup," tutup Teguh.

Sebelumnya, sejumlah pedagang kaki lima di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor memasang bendera putih. Aksi ini sebagai pesan kondisi mereka tengah terpuruk karena tidak ada wisatawan.

(saz)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini