Share

Pemkot Bogor Belum Terapkan Sertifikat Vaksin sebagai Syarat Aktivitas Warga

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Sabtu 07 Agustus 2021 17:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 07 338 2452416 pemkot-bogor-belum-terapkan-sertifikat-vaksin-sebagai-syarat-aktivitas-warga-o5eUgBgqku.jpg Wali Kota Bogor Bima Arya (Foto: Putra Ramadhani)

BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor belum menerapkan sertifikasi vaksin Covid-19 sebagai syarat untuk masyarakar beraktivitas. Pasalnya, capaian vaksinasi Kota Hujan baru sekitar 41,04 persen.

"Belum. Jakarta saja baru 80 persen (capaian vaksin) bicara sertifikasi," kata Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto kepada wartawan, Sabtu (7/8/2021).

Aturan sertifikasi vaksin sedianya menyesuaikan dengan capaian dari wilayah itu sendiri. Semakin besar, maka aturan tersebut lebih mudah diterapkan.

"Ya itu dari tingkat capaian vaksin. Kalau capaian (vaksin) tinggi, persyaratannya akan menjadi lebih logis karena mudah dan merata. Kalau belum merata masih warga antre kan ga adil," jelas Bima.

Baca juga: Pemkot Bogor Setuju PPKM Darurat Diperpanjang

Bima menambahkan, bahwa capaian vaksinasi di Kota Bogor saat ini sudah sekitar 41,0 4 persen. Ditargetkan, semua vaksinasi akan rampung pada Oktober 2021 apabila droping vaksin berjalan lancar.

"Satu minggu lagi kita berharap sudah 50 persen. Kalau vaksin lancar, Oktober selesai," tuturnya.

Baca juga: Bima Arya: Rumah Sakit di Kota Bogor Nyaris Penuh

Untuk itu, pihaknya rutin berkomunikasi dengan Kementerian Kesehatan agar droping vaksin lancar. Karena, Kota Bogor masuk aglomerasi yang menjadi prioritas vaksinasi penyangga wilayah Ibu Kota.

"Sekarang masih mencukupi (stok vaksin). Tapi setiap beberapa hari kita komunikasi dengan pak Menteri, begitu habis di drop lagi, habis drop lagi," tutup Bima.

(fkh)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini