Dicekoki Miras, SPG Diperkosa 2 Pegawai Toko Pot Bunga

Teguh Mahardika, Koran SI · Senin 09 Agustus 2021 15:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 09 338 2453124 dicekoki-miras-spg-diperkosa-2-pegawai-toko-pot-bunga-9OzC59w4f4.jpg Ilustrasi pemerkosaan (Foto: Sindonews)

SERANG - Seorang gadis berinisial FJ (19) di Kota Serang, Banten menjadi korban perkosaan. Dia diperkosa secara bergiliran oleh dua orang pegawai toko pot bunga di sebuah ruko daerah Ciracas Kota Serang.

Informasi yang diperoleh dari laporan polisi, korban yang merupakan Sales Promotion Girl (SPG) rokok dijemput oleh dua orang pelaku berinisial W dan M pada Sabtu 7 Agustus 2021 dini hari. Kemudian, korban dibawa ke toko pot bunga, pada saat sampai di toko tersebut sudah ada 4 orang yang korban tidak kenal kemudian dicekoki minuman keras hingga mabuk.

Baca Juga:  Menyelinap Masuk ke Kamar, Pria Ini Ditangkap saat Hendak Perkosa Istri Tetangga

Saat setengah sadar kemudian korban dipaksa masuk ke dalam kamar oleh dua pelaku, karena sempat melakukan perlawanan korban mendapat kekerasan fisik langsung diperkosa secara bergantian.

"Teman yang pertama memegangi menggampar dan mencakar sehingga korban tak berdaya. Kemudian, mereka memperkosa secara bergiliran," kata Kapolres Serang Kota AKBP Maruli Hutapea saat ekpos di Mapolres Serang, Senin (9/8/2021).

Setelah itu, korban melarikan diri dan meminta bantuan kepada seorang sekuriti sebuah klinik yang tak jauh dari tempat tersebut. Saat dihampiri kembali ke toko pot bunga pelaku sudah melarikan diri.

"Korban berteriak lalu lari dibantu oleh sekuriti di tempat tersebut dibantu dan diarahkan buat laporan polisi," katanya.

Baca Juga:  Cabuli Gadis di Bawah Umur, Pemuda Ditangkap

Dari hasil penyelidikan, polisi langsung bergerak menangkap pelaku di kediamannya di daerah Ciracas dan dibawa ke Mapolres Serang Kota. "Karena korban mengenali pelaku penyidik langsung bergerak," katanya.

Atas perbuatannya para pelaku akan dijerat tindak pidana pemerkosaan sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 285 KUH Pidana. "Korban masih down dan kita akan kordinasi dengan sikolog untuk melakukan pendampingan," katanya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini