30 Kali Beraksi, 6 Pelaku Pencurian Spesialis Ganjal ATM Ditangkap

Ari Sandita Murti, Sindonews · Selasa 10 Agustus 2021 15:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 10 338 2453711 30-kali-beraksi-6-pelaku-pencurian-spesialis-ganjal-atm-ditangkap-sm0fVWY93t.jpg Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. (Foto : Okezone)

JAKARTA - Polisi menangkap 6 pelaku spesialis ganjal ATM yang beraksi di kawasan Tangerang dan Jakarta. Para pelaku itu sudah beraksi lebih dari 30 kali.

"Kasus pencurian modus operandi ganjal ATM, 6 pelaku yang merupakan satu komplotan kami amankan di kawasan Jatiuwung. Mereka sudah beraksi 30 kali lebih," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus pada wartawan, Selasa (10/8/2021).

Menurutnya, pelaku mengaku sudah melakukan aksi ganjal ATM itu selama setahun dan 30 kali lebih beraksi di kawasan Tangerang, Tangerang Selatan, dan Jakarta Selatan. Keenam pelaku itu berinisial ND, EC, R, GJ, SHW, dan E. Pelaku EC merupakan kapten, pemimpin, sekaligus perencana aksi dari komplotan asal Sumatera tersebut.

"Sasaran mereka ATM di tempat sepi, seperti minimarket dan pom bensin yang ada ATM Bersama. Mereka beraksi sesuai perannya masing-masing," tuturnya.

Sebelum beraksi, kata dia, para pelaku berkumpul satu tempat dan melakukan patroli di jalanan sejak pagi hingga akhirnya menemukan lokasi sepi yang bisa dijadikan sasaran aksinya. Mereka lantas mengganjal ATM menggunakan tusuk gigi. saat ada korban hendak mengambil uang tapi ATM-nya terganjal, pelaku berpura-pura menolong dan mencatat pin korban.

Baca Juga : Pelaku Ganjal ATM Babak Belur Dihajar Massa di Cibinong

"Dari laporan yang kami terima ada 3 lokasi, pertama tanggal 2 Agustus 2021 di ATM sebuah minimarket kawasan Legok, Tangerang, Banten. Kedua tanggal 26 Juni di depan kantor Departemen Agama, Fatmawati, Jaksel, ketiga 23 Juli di sebuah ATM minimarket kawasan Tangerang," ujarnya.

Dari tiga lokasi itu saja, ia memaparkan, pelaku menguras ATM korbannya sebanyak Rp50 juta, Rp26 juta, dan Rp128 juta dengan beberapa kali penarikan ataupun ditransfer ke rekening pelaku. Kini, para pelaku dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

"Hasil kejahatnnya dibagi-bagi, tentu si perencana ini lebih besar dapat bagiannya dan sisanya untuk lainnya. Para pelaku pakai hasil kejatahannya untuk beli emas, foya-foya, kebutuhan sehari-hari, dan lainnya," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini