Driver Taksi Online Jaringan Narkoba "Batagor" Diringkus, 2 Kg Sabu Diamankan

Dimas Choirul, MNC Media · Kamis 12 Agustus 2021 15:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 12 338 2454614 driver-taksi-online-jaringan-narkoba-batagor-diringkus-2-kg-sabu-diamankan-CkGohQfgTP.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Metro Jakarta Barat meringkus satu orang tersangka berinisial DGA (23) jaringan nartokita Banten-Jakarta-Bogor (Batagor). Barang bukti berupa sabu seberat 2,1 kilogram berhasil diamankan.

Wakapolres Metro Jakarta Barat AKBP Bismo Teguh menjelaskan, penangkapan terhadap DGA berawal dari laporan yang diterima dari masyarakat bahwa ada seorang pemuda yang sering melakukan transaksi sabu di wilayah Palmerah, Jakarta Barat. Selanjutnya, tim langsung melakukan penyelidikan selama satu bulan.

"Dimana kita amankan DGA di TKP daerah Bogor (Pinggir Jalan Raya Bukit Cimanggu City Raya, Tanah Sereal, Bogor) di dalam sebuah mobil Honda Mobillio warna abu-abu," katanya saat konferensi pers di kantornya, Kamis (12/8/2021).

Selanjutnya, polisi mengamankan dua paket besar narkotika jenis sabu dengan berat brutto 2014,7 gram (2 kilogram) di dalam mobil yang dikendarai pelaku.

Tak berhenti disitu saja kemudian tim melakukan Introgasi terhadap pelaku dan berhasil mendapatkan informasi pelaku masih menyimpan narkotika jenis sabu di sebuah rumah kontrakan di salah satu perumahan di daerah Bogor Jawa Barat.

"Dari situ berhasil menemukan 1 paket sedang narkotika jenis sabu dengan berat brutto 3,96 gram, 3 buah alat hisap sabu berupa cangklong dan 1 buah timbangan," tuturnya.

Tak cukup sampai disitu, pihaknya kembali mengamankan barang bukti berupa 3 paket sedang narkotika jenis sabu dengan berat brutto 57,98 gram, 3 buah alat hisab sabu berupa cangklong, 1 buah amplop warna putih dan 1 buah plastik hitam di pinggir jalan di daerah tanah sereal Bogor.

Bismo membeberkan, pelaku merupakan seorang driver taksi online dan mendapat kan barang bukti narkotika jenis sabu tersebut dari seorang kurir berinisial MA (DPO) atas arahan dari sdr ME (DPO).

"Kami mendapat informasi bahwa barang tersebut rencana akan di edarkan di wilayah Jakarta atas petunjuk dari Sdr ME (DPO)," imbuhnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Kompol Danang Setiyo Pambudi Sukarno menjelaskan peranan pelaku adalah sebagai kurir narkoba dimana pelaku dikendalikan dari seseorang DPO berinisial ME.

"Saat ini pelaku ME sedang kami buru yang merupakan jaringan atas yang mengendalikan jaringan tersebut," ujar Danang.

Kepada Polisi, pelaku DGA mengaku telah melakukan transaksi sebanyak 6 kali selama setahun terakhir dengan upah yang ia terima sebesar 5 juta rupiah per kilogram.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 114 ayat 2 subsider 112 ayat 2 UURI no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana maksimal penjara seumur hidup.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini