Masa Penahanan Habib Rizieq Diperpanjang, Tim Kuasa Hukum Ungkap Kejanggalan

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Kamis 12 Agustus 2021 19:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 12 338 2454779 masa-penahanan-habib-rizieq-diperpanjang-tim-kuasa-hukum-ungkap-kejanggalan-3AURNWUDGv.jpg Kuasa Hukum HRS. (Foto: Refi Sandi)

JAKARTA - Tim Kuasa Hukum eks Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) menggelar konferensi pers soal batalnya masa berakhir penahanan HRS pada Senin 9 Agustus 2021.

Direktur Habib Rizieq Shihab Center, Abdul Chair Ramadhan menilai ada beberapa kejanggalan pada surat perintah penahanan Habib Rizieq. Sebab, surat perintah penahanan ditandatangani oleh Wakil Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. 

"Karena yang berhak menahan adalah Hakim Pengadilan Tinggi guna kepentingan pemeriksaan banding," ucap Abdul di Kantor Hukum Jalan Matraman Raya No. 64, Jakarta Timur, Kamis (12/8/2021).  

Abdul menambahkan, penahanan harus penetapan surat yang diterbitkan Pengadilan Negeri (PN) dalam hal ini PN Jakarta Timur. 

Baca juga: Ini Aktivitas Habib Rizieq Selama di Tahanan

"Selama tidak ada perintah pemahanan tersebut maka kliennya harus dibebaskan dari rumah tahanan," ucapnya. 

Kemudian, Abdul mengungkapkan rasa kecewa karena masa tahanan kliennya diperpanjang selama 30 hari atas perkara RS UMMI Bogor. Masa tahanan HRS akan berakhir pada 9 September 2021.

"Pada perkara RS UMMI Habib Rizieq tidak pernah dilakukan penahanan sampai sidang berjalan, karena Pengadilan tidak memerintahkan penahanan, sehingga perpanjangan itu tidak dibenarkan," ucapnya.

Lebih lanjut, Abdul mengatakan bahwa surat penetapan penahanan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta kepada HRS batal secara hukum karena beberapa kejanggalan itu. 

Abdul pun berharap, aparat kepolisian bisa segera membebaskan kliennya dan tidak memperpanjang masa tahanan. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini