Polisi: Motif Pembunuhan Terapis di Bekasi karena Sakit Hati

Erfan Maaruf, iNews · Jum'at 13 Agustus 2021 20:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 13 338 2455363 polisi-motif-pembunuhan-terapis-di-bekasi-karena-sakit-hati-T5izAZVdTd.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Polisi melakukan prarekonstruksi kasus pembunuhan wanita terapis bekam Rizky Sukma Jayanti (33) di kolong Tol Jatikarya, Jatisampurna, Kota Bekasi.

Dalam prarekonstruksi itu memperlihatkan bahwa motif pembunuhan tersebut akibat sakit hati karena ditolak untuk diajak menikah.

Panit Resmob Polda Metro Jaya, AKP Reza Pahlevi mengatakan, dalam prarekonstruksi tersebut total ada sebanyak 20 adegan. Dari hasil kesimpulan sementara pelaku menghabisi korban kerena sakit hati.

"Sakit hati, pengakuannya tersangka mengajak nikah ditolak," kata AKP Reza di lokasi, Jumat (13/8/2021).

Lebih lanjut, Reza mengatakan bahwa sakit hati berawal dari pengakuan korban saat pulang dari Hambalang, Bogor. Dalam perjalanan korban memberitahu tersangka bahwa korban dalam waktu dekat akan menikah karena susah punya calon suami.

Baca juga: Prarekonstruksi Pembunuhan Terapis Bekam di Bekasi, Pelaku-Korban Sempat Makan Bakso

"Dalam perjalanan tersebut jam 22.00 WIB tersangka meminta ijin pada korban untuk menginap. Korban memukul tersangka sekali, sambil berkata 'ngaco kamu, saya sudah punya calon'. Di sini teraangka dan korban pakai helm," tambah AKP Reza.

Kemudian tersangka ingin buang air kecil dan berhenti di tempat kejadian perkara. Setelah selesai, korban mencaci maki tersangka yang masih menggunakan helm.

Baca juga: Polisi Gelar Prarekonstruksi Pembunuhan Wanita Terbungkus Kardus di Cakung

"Karena tersangka tak terima dicaci maki, tersangka memukul muka bagian depan sebanyak dua kali. Korban coba melarikan diri, tersangka menarik korban, lalu tersangka memukul bagian punggung korban sebanyak 4 kali," jelasnya.

Korban berbalik badan, dan memukul tersangka sebanyak 2 kali hingga korban jatuh terlentang. Setelah terjatuh, tersngka membekap korban dengan kedua tangan hingga korban lemas.

"Setelah melihat korban tak berdaya dan bernapas tersengal-sengal, tersangka menarik korban ke gundukan pasir dan mengubur dwngan menggunakan tanah pasir dan ilalang," pungkasnya.

Baca juga: Ini Alasan para Terapis Seksi Berikan Layanan Pijat dan Spa saat PPKM Darurat

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini