Share

Jumlah Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Turun 428 Orang

Komaruddin Bagja, Sindonews · Jum'at 13 Agustus 2021 21:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 13 338 2455394 jumlah-kasus-aktif-covid-19-di-jakarta-turun-428-orang-lyNUkjo8zK.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 21.785 spesimen.

Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 17.428 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 1.210 positif dan 16.218 negatif. Selain itu, dilakukan pula tes Antigen hari ini sebanyak 15.307 orang dites, dengan hasil 362 positif dan 14.945 negatif.

Lebih lanjut, Dwi juga menyampaikan, target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu.

"Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 101.149 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 522.353 per sejuta penduduk," terangnya di Jakarta, Jumat (13/8/2021).

Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta turun sejumlah 428 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 9.453 (orang yang masih dirawat/ isolasi). Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 837.897 kasus. Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR.

"Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 815.468 dengan tingkat kesembuhan 97,3%, dan total 12.976 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,5%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,0%," ungkapnya.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 9,9%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 15,1%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini