Kasus Aktif di Bawah 10 Ribu, Anies Alihkan Ruang Rawat untuk Pasien Non-Covid

Dominique Hilvy Febiani, MNC Media · Sabtu 14 Agustus 2021 23:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 14 338 2455714 kasus-aktif-di-bawah-10-ribu-anies-alihkan-ruang-rawat-untuk-pasien-non-covid-aJBdI1dNAG.jpg Anies Baswedan. (Foto: Tangkapan layar)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyatakan kasus aktif Covid-19 di Jakarta menurun. Dengan demikian, ruang rumah sakit di Jakarta dapat dipergunakan untuk pasien non Covid-19.

“Karena kita kemudian mengubah kamar-kamar yang kemarinnya dipakai untuk Covid-19 menjadi non-Covid-19,” ujar Anies dalam akun YouTube Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (14/8/2021).

Anies mangatakan, penurunan beban fasilitas kesehatan ikut mencegah angka kematian lebih banyak, karena itu angka kematian pun ikut turun.

Baca juga: Kabar Baik dari Anies, Target Vaksin Dosis Pertama Tercapai 100%

"Alhamdulillah kasus aktif di Jakarta per tanggal 12 Agustus ini telah turun di bawah angka 10 ribu kasus. Kasus aktif ini adalah jumlah orang yang positif yang masih dirawat di rumah sakit atau yang masih melakukan isolasi mandiri," kata Anies.

Anies mengatakan bahwa pada 22 Mei, kasus aktif DKI Jakarta berada di bawah 10 ribu. Sementara itu, terjadi lonjakan kasus pada 16 Juli yakni mencapai 113.137 kasus aktif.

Beragam upaya dilakukan pemerintah untuk menurunkan kasus aktif, mulai dari penindakan disiplin protokol kesehatan hingga membatasi mobilitas. Selain itu, penambahan kasus baru harian di DKI Jakarta telah turun. Sebelumnya, puncak pertambahan kasus baru harian terjadi pada 12 Juli dengan 14 ribu kasus baru.

Baca juga: Anies: Kemenangan Lawan Covid-19 Sudah di Depan Mata, tapi Jangan Terlena!

Anies menyatakan bahwa pihaknya telah berupaya untuk menekan angka kasus aktif. Kini, ia menyebut bahwa penambahan kasus baru harian kian menurun.

"Kini tepat sebulan kemudian, penambahan kasus harian turun hingga seperempat belasnya. Pengawasan pelaksanaan PPKM Level 4 yang berjalan dengan ketat oleh seluruh jajaran Forkopimda, baik Pemprov DKI, Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, dan seluruh aparat wilayah bersama dengan kecepatan melakukan lacak atau tracing warga yang terinfeksi dan kemudian dilakukan isolasi ini, alhamdulillah mampu menurunkan laju kasus baru, kasus harian secara sangat tajam dan penularan kasus baru ini mempengaruhi nilai laju penularan," jelasnya

"Jadi sesungguhnya bila kapasitas untuk Covid-19 terus kita pertahankan di titik tertinggi maka keterisian rumah sakit kita bisa jauh lebih rendah daripada 33 persen atau 59 persen," tambahnya.

Hanya Anies mengingatkan, apabila mobilitas penduduk Jakarta tiba-tiba kembali tinggi maka effective reproduction number atau Rt akan meningkat lagi.

“Karena itu kita harus berikhtiar ekstra masih ada resiko putar balik atau naik lagi. Ini tentu harus kita jaga momentum penurunan nilai Rt harus terus dilanjutkan,” katanya

Anies menyimpulkan bahwa Rt adalah parameter seberapa luas dan seberapa cepat potensi penyebaran virus Covid-19. 

“Semakin tinggi angka Rt di atas 1, maka artinya penyebaran virus semakin cepat dan luas. Bila tepat di angka 1 artinya landai dengan jumlah yang konstan. Sementara itu, apabila di bawah 1 artinya pandemi terkendali atau kasusnya berkurang,” terangnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini