Ini Penampakan Jembatan PIK yang Dilarang Dibentangkan Merah Putih

Mohamad Yan Yusuf, MNC Portal · Rabu 18 Agustus 2021 15:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 18 338 2457336 ini-penampakan-jembatan-pik-yang-dilarang-dibentangkan-merah-putih-D26OKTImmn.jpg Jembatan Pantai Indah Kapuk (Foto : Sindo)

JAKARTA - Jembatan Pantai Indah Kapuk (PIK) sempat ditutup sementara oleh petugas gabungan dari tiga pilar Penjaringan karena adanya rencana pembentangan bendera merah putih oleh Laskar Merah Putih pada Selasa 17 Agustus 2021.

Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi, Rabu (18/8/2021), sepanjang jalan jembatan PIK terlihat sudah dibuka petugas. Dari jalanan menuju Pantai Maju maupun ke arah Penjaringan kini relatif sepi ketimbang kemarin.

Jembatan yang memiliki panjang sekira 500 meter ini, memiliki fungsi yang menghubungkan antara PIK 1 dengan Perumahan Golf Island. Pada jembatan ini tertempel sejumlah bendera merah putih di tiap sisinya.

Pada umumnya, yang mendatangi jembatan ini mayoritas adalah warga luar Jakarta yang akan melakukan berbagai aktivitas, seperti jalan sore, bersepeda, hingga sebatas foto karena gaya estetik dan latar jembatan seperti diluar negeri.

Berita sebelumnya, sejumlah masyarakat dari Organisasi Laskar Merah Putih (LMP) dihalau dan dilarang membentangkan bendera merah putih sepanjang 21 meter di Jembatan PIK, Penjaringan, Jakarta Utara, kemarin.

Panglima LMP Daeng Jamal mengungkapkan, pihaknya berencana membentangkan bendera merah putih di jembatan PIK bertujuan untuk memeriahkan HUT RI sekaligus menghilangkan stigma masyarakat bila kawasan tersebut dikuasai orang asing.

"Yang pastinya yang pertama tujuan pembentangan bendera merah putih sepanjang 21 meter itu dalam rangka memperingati proklamasi kemerdekaan, jadi momen ini kita gunakan," kata Daenk Jamal di lokasi.

Baca Juga : Pembentangan Merah Putih di Jembatan PIK Dilarang, LMP: Ini Teritorial NKRI!

"Termasuk di mana di waktu masa kemerdekaan ini kita ingin membuktikan selama ini asumsi-asumsi masyarakat keberadaan Pantai Indah Kapuk yang dianggap dikuasai oleh orang asing," lanjutnya.

Untuk itu, menurut Daenk Jamal dirinya ingin membuktikan, bahwa anak negeri pun bisa berdiri tegak di PIK dengan membentangkan bendera merah putih, karena masih dalam wilayah NKRI.

"Kami ingin membuktikan kami itu bisa berdiri di sini di pantai indah kapuk dengan mengibarkan bendera merah putih, artinya ini masih kedaulatan teritorial NKRI," tegasnya.

Dikatakan Jamal, pembentangan bendera ini didukung oleh masyarakat di wilayah PIK. Akan tetapi, karena tekanan dari pihak manajemen dan terbentur aturan akhirnya pembentangan bendera urung terjadi.

"Kami melihat animo masyarakat PIK sebenarnya mendukung hanya pihak manajemen saja karena dibawah tekanan dan aturan sehingga tidak terlaksana dengan baik. Namun kami tidak putus semangat sampai disini," tuturnya.

Pihak LMP pun akhirnya menerima dengan ikhlas larangan pembentangan bendera tersebut. "Kami terima dengan lapang dada karena kami tidak mau ada gesekan dengan siapa pun karena kami cinta NKRI," ucapnya.

Wakapolsek Metro Penjaringan AKP Arnold Simanjuntak mengatakan, adanya rencana pembentangan bendera ini tidak diijinkan petugas karena dikhawatirkan akan menimbulkan kerumunan.

"Kami kepolisian memutuskan berkoordinasi dengan pihak Koramil juga kita tidak memberikan izin tersebut karena ini kan masih PPKM sehingga itu dapat menimbulkan kerumunan," tegasnya.

Arnold menerangkan, meski pembentangan bendera dilakukan sekitar 20 orang dari pihak LMP, akan tetapi dikhawatirkan masyarakat sekitar akan menyaksikan sehingga terjadi kerumunan.

"Jadi kita tidak memberikan izin, dari pimpinan juga tidak memberikan izin," pungkasnya. Sementara itu Danramil Penjaringan Mayor Inf Steven Surbakti, mengatakan kegiatan berbentuk apapun dilarang menjelang detik-detik Proklamasi

"Kita berikan edukasi bahwasanya seluruh warga yang ada di negara ini adalah anak bangsa. Tetapi dalam kondisi pandemi, maka semua kegiatan dilakukan secara virtual guna memutus rantai Covid-19, tanpa mengurangi rasa nasionalisme," tegasnya.

Adapun dalam kegiatan ini pihak LMP sempat bersikeras dan adu argumen dengan petugas tiga pilar untuk membentangkan bendera di jembatan PIK dengan alasan mereka adalah anak bangsa.

Akibatnya, petugas sempat melakukan penutupan sementara di jembatan PIK dan mengalihkan sementara lalu lintas. Setelah melakukan negosiasi, akhirnya puluhan anggota LMP membubarkan diri secara tertib.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini