Share

Viral Oknum Babinsa Aniaya Warga, Korban Dituduh sebagai Pengedar Narkoba

Okto Rizki Alpino, Sindonews · Jum'at 20 Agustus 2021 15:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 20 338 2458493 viral-oknum-babinsa-aniaya-warga-korban-dituduh-sebagai-pengedar-narkoba-8Pr1Zhs1BR.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Seorang oknum anggota TNI berinisial S, yang bertugas di Koramil Palmerah diduga menganiaya warga. Ia bahkan menuduh korban yang dipukulinya sebagai pengedar narkoba. Penganiayaan yang terjadi di Kelurahan Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur, itu pun viral usai rekaman video tersebar di dunia maya.

Indra selaku korban penganiayaan mengatakan, peristiwa itu bermula saat dirinya memindahkan sepeda motor yang terparkir di depan rumahnya.

"Dia bawa mobil bunyiin klakson karena banyak motor di depan gang, akhirnya saya keluar mindahin satu motor Yamaha Fino," ujarnya saat ditemui di lokasi, Jumat (20/8/2021).

Setelah memindahkan motornya, oknum anggota TNI itu kemudian menuduh Indra sebagai pengedar narkoba. "Dia berhenti buka kaca, nanyain saya harga narkoba (sabu) satu gram berapa, saya jawab enggak tahu sampai empat kali," katanya.

Menurut Indra, dirinya pernah menjadi korban salah tangkap terkait penggerebekan narkoba yang dilakukan Polsek Kramat Jati. Namun saat penangkapan polisi tidak menemukan barang bukti. Indra beranggapan bahwa oknum TNI itu yang melaporkannya kepada Polisi.

"Saya tanya gitu, dia malah marah-marah, terus dia langsung pukul perut saya, terus kepala, leher dan punggung," ungkapnya.

Baca Juga : Beredar Surat Klarifikasi Ryan Jombang dan Habib Bahar Saling Memaafkan

Saat dipukuli, Indra tidak melakukan perlawanan. Dia pasrah begitu saja saat bogem mentah mendarat disekujur tubuhnya. Bahkan, setelah melakukan pemukulan oknum TNI itu mengancam akan menembaknya.

"Warga sempat menolong, istri saya juga yang lagi hamil sampai keluar melerai," ucapnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Atas insiden tersebut, Indra mengaku belum melaporkan penganiayaan yang menimpa dirinya. Pasalnya, Indra tidak berani lantaran nantinya masalah akan berbuntut panjang.

"Kalau saya laporin nanti pasukannya sergap saya, kemarin sudah mau melapor, tapi enggak jadi karena mikirin keluarga saya," tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Koramil Palmerah atau pihak berwenang lainnya terkait peristiwa tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini