Share

Warga Terdeteksi Covid-19 Nekat Masuk Mal di Cibubur, Begini Kronologinya

Riezky Maulana, iNews · Sabtu 21 Agustus 2021 13:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 21 338 2458889 warga-terdeteksi-covid-19-nekat-masuk-mal-di-cibubur-begini-kronologinya-eieEc04MdT.jpg Aplikasi PeduliLindungi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Seorang warga nekat masuk ke mal di Cibubur, Jakarta Timur, meskipun memiliki indikator merah dalam aplikasi PeduliLindungi, Jumat (20/8/2021) sore. Pria tersebut juga terlibat adu mulut dengan petugas yang memberikan penjelasan bahwasanya dia tak diperkenankan masuk ke dalam.

"Pada saat itu tim saya mendapati ada satu bapak-bapak yang indikatornya merah. Sudah kita kasih pengertian, tetapi mereka tidak mau mengerti, artinya ada bahasa-bahasa yang amat tinggi," jelas pengelola mal, Farrah Eddy ketika dihubungi, Sabtu (21/8/2021).

Dia menjelaskan, pada saat negosiasi tersebut, pihak pengelola belum mengetahui yang bersangkutan terkonfirmasi positif Covid-19. Menurutnya, warga itu ditolak berdasarkan aturan yang melarang jika ada pengunjung yang memiliki indikator merah dalam aplikasi PeduliLindungi.

"Sampai akhirnya tim saya memfoto dari indikator serta nama. Akhirnya saya forward ke orang PeduliLindungi yang didapatilah keterangan positif Covid-19," tuturnya.

Lebih jauh dikatakan Farah, orang tersebut datang bersama sang istri, akan tetapi istrinya memiliki indikator hijau. Menurut dia, kedua orang tersebut tidak sampai masuk ke dalam mal dan hanya berada di tempat skrining.

Baca juga: Viral! Perempuan di Tangsel Terekam Banting Balita ke Lantai, Polisi Bertindak

"Dia saat itu bersama istrinya, istrinya sih indikator hijau. Istrinya sudah kita berikan akses masuk, karena akses suaminya tertahan mereka berdua tidak masuk," ujarnya.

Warga tersebut, jelas Farah, memiliki alasan bahwasanya ada human error saat pengisian data di aplikasi PeduliLindungi sehingga didapati indikator merah. Namun, Farah menilai bahwa yang bersangkutan kurang memiliki pemahaman terkait Covid-19. 

"Alasannya dia sebenarnya klise, salah satunya ada human error. Jadi dia berpikir yang mengimput data dia error. Tapi yang saya tangkap, ketika kita bilang ini untuk proses tracing dan treatment agak menyangkal tentang proses virus ini," katanya.

Meskipun dipenuhi ketegangan, pada akhirnya suami istri tersebut tak berlama-lama berada di lokasi. Farah menekankan kepada warga tersebut, jika memiliki keluhan bisa langsung melapor saja kepada call center Pusat Informasi Covid-19.

"Prosesnya sebentar kok, saya langsung balikkan lagi kita hanya mengikuti aturan pemerintah dan kalau ada keluhan silahkan hubungi 119. Seperti itu aja," tuturnya. 

Dia memastikan ketika warga yang positif Covid-19 itu datang ke lokasi tak terlihat gejala terpapar, seperti batuk atau suhu badan tinggi. Bahkan, suhu badannya masih di kisaran angka normal.

"Enggak terlihat gejala. Tidak ada batuk-batum juga. Scan suhunya juga masih ada di bawah taraf 37 derajat celcius, kan kalau 37 derajat aja kita sudah warning ya," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini