Share

Hari Pertama Pemberlakuan Ganjil Genap, Jalan Rasuna Said Paling Banyak Pelanggar

Erfan Maaruf, iNews · Kamis 26 Agustus 2021 10:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 26 338 2461379 hari-pertama-pemberlakuan-ganjil-genap-jalan-rasuna-said-paling-banyak-pelanggar-swV5BkdbpV.jpg Penerapan ganjil genap. (Foto: Raka/MPI)

JAKARTA - Dari tiga lokasi pemberlakukan pembatasan kendaraan ganjil genap, kawasan paling banyak melanggar terjadi di Jalan HR Rasuna Said.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo menjelaskan, penerapan ganjil genap pada PPKM Level 3 saat ini dikurangi. Jika awalnya sebanyak delapan kawasan saat ini menjadi tiga kawasan yakni Jalan Sudirman, MH Thamrin, HR Rasuna Said.

Berdasarkan hasil pantauannya, banyak pengendara yang memiliki plat ganjil mencoba melewati tiga lokasi tersebut. Meski tidak menunjukkan angka pelanggar, Sambodo menyebut dari tiga lokasi tersebut paling banyak pelanggar terjadi di kawasan HR Rasuna Said.

Baca juga: Bareskrim Resmi Tahan Muhammad Kece Selama 20 Hari ke Depan


Baca juga: Bos Yakuza Dihukum Mati, Ancam Hakim Akan Sesali Keputusannya Seumur Hidup

"Hari ini adalah hari pertama di rasuna Said. Kalau kita melihat itu masih banyak kendaraan berplat ganjil yang mencoba melintas padahal hari ini kan tanggal 26 adalah genap," kata Sambodo di Jakarta, Kamis (26/8/2021).

Akibatnya banyak kendaraan yang memiliki nomor polisi ganjil di melintasi kawasan HR Rasuna Said pihak kepolisian secara otomatis langsung melakukan tindakan memutar balik kendaraan.

"Masih cukup banyak kendaraan kita putar balik," jelasnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sebelumnya, Sambodo menyebut penerapan ganjil genap dilaksanakan di Jalan Sudirman, Jalan Thamrin, dan Jalan Rasuna Said pukul 06.00-20.00 WIB. Alasannya tiga lokasi tersebut merupakan pusat perkantoran.

"Tiga kawasan ini adalah 3 kawasan utama perkantoran di Jakarta, di mana pada masa PPKM level 3 itu juga masih diberlakukan ketentuan esensial dan krtikal work from home (WFH), work from office (WFO) ada yang 50% dan sebagainya," kata Sambodo.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini