Share

Anies: Insya Allah Pandemi Segera Lewat

Dominique Hilvy Febiani, MNC Media · Kamis 26 Agustus 2021 11:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 26 338 2461402 anies-insya-allah-pandemi-segera-lewat-I1IkXpdNg4.jpg Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (Foto: Ist)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan bahwa kerja kolosal dibutuhkan untuk menanggulangi pandemi Covid-19 di Indonesia. Ia mengatakan bahwa seluruh elemen masyarakat harus saling besinergi guna membangkitkan perekonomian Indonesia agar pandemi bisa segera terlewati.

“Ini kerja colosal, di sisi pemerintah siapkan sistem, sisi masyarakat kurangi mobilitas. kita harap dengan cara seperti itu masyarakat bisa syukuri, hari ini mungkin masih berat, kenapa? Ekonomi belum bangkit lagi, masa pandemi berat dijalani, nanti diceritakan nyaman pak. Tapi jalaninya berat, sesudah nanti ekonomi gerak lagi, mudah mudahan kita bisa tengok masa ini dan kita harap bahwa kita kerja sama untuk kendalikannya,” ujar Anies dalam penyelenggaraan Anugerah Jurnalistik Mohammad Husni Thamrin Ke-47 di Balai Kota (25/8/2021).

Anies menyebut, indikator keberhasilan penanggulangan Covid-19 bukan dilihat dari foto melainkan pada data grafik yang terbangun dengan akurat.

“Sejarah menunjukkan panjang, tengok bagaimana peristiwa itu direcord, tidak pakai foto, pakai grafik, keberhasilan penanganan pada grafik, bukan pada foto, kalau kita bangun data yang benar dan akurat, penanganan akan beres,” kata Anies.

Dia menyebut penanganan Corona harus menggunakan kinerja yang otentik, bukan menggunakan kosmetik pake touch up.

“Saya sering sampaikan kepada teman teman di jajaran, kalau pandemi begini, jangan andalkan foto, publikasinya bukan di foto, karena itu saya Sering bilang, jangan tangani covid ini cosmetical, pakai action untuk representasi tidak bisa,” tambahnya.

“Kalau sekarang kita lihat grafik jakarta, naik cepat turunnya cepat, tracing banyak sesudah itu pengendalian pergerakan penduduk alhamdulillah ini kolaborasi semua orang mg jakarta sehingga setalh jalan 2-3 minggu lalu mulai turun, turunnya curam artinya penambaham kasus baru nya tidak banyak,” sambungnya.

Ia mengatakan bahwa penilaian terhadap penanganan Covid-19 harus berdasarkan data bukan foto.

“Kalau gambarnya lompat kan kasusnya banyak, semua tempat alami hal yang sama, bedanya terdeteksi atau tidak. Kalau hari ini terdeteksi 10, besok 20, lalu 40, 80, 160 maka grafik akan nampak lurus, tapi kalau terdeteksi 10 lalu 12, 14 lalu kelihatannya landai. Nanti teman teman bisa lihat, setelah pandemi terlewati, mana yang lurus langsung turun, mana yang melandai, dari situ kelihatan ada sistem yang responsif dan irresponsive. Karena penilaian tidak lagi dari foto, tidak bisa, tapi dari data, Jakarta insha allah ikhtiarkan itu,” tuturnya.

“Kalau grafik sebuah wilayah naiknya kayak gunung, pelan dan turun pelan, artinya testing tracing lambat, penanganan lambat,” sambungnya.

Anies menyebut, membangun sistem tidak bisa difoto namun harus pakai grafik.

“Karena sistemnya sudah terbangun ketika terjadi lonjakan besar tinggal scroll Up, tinggal membesarkan, karena sistem dibangun, distribusi dibangun sejak tahun lalu, dari mulai distribusi masker, APD, kontrol inventory semua, ketika sekarang harus kerjakan vaksin, sistem sudah ada, karena distribusi metode sama,” pungkasnya.

Ia mengatakan bahwa data yang disampaikan kepada masyarakat harus objektif dan akurat.

“Kalau data diotak atik, dimasak-masak, enggak akan. Bu atikah ni yang beresin data. Kominfotik langsung bikin datanya,” katanya.

Anies mengatakan bahwa selama ini Pemprov DKI selalu menyajikan informasi yang transparan dan akurat.

“Dari awal dikatakan kita laporkan apa adanya tidak dikurangi, tidak ditambah, mau meninggal 100 laporkan, meninggal 20 laporkan, tidak boleh ada pengurangan,” tegasnya.

Anies menuturkan bahwa Pemprov DKI sudah membangun sistem untuk mengatasi lonjakan kasus Covid-19.

“Alhamdulillah dengan cara begitu, sistem terbangun dan ketika bulan syawal usai ramadhan,” katanya.

Ia mengatakan bahwa kini situasi pandemi di Jakarta sudah melandai.

“InsyaAllah pandemi segera lewat, Jakarta alhamdulillah kondisi sudah stabil, kita tanggal 16 Juli itu puncak 113 ribu kasus aktif. Sekarang tinggal 8 ribuan, turun lebih dari 100 ribu,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini