Jadi yang Pertama di Indonesia, Kota Bogor Deklarasikan Plastic Smart City

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Jum'at 27 Agustus 2021 19:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 27 338 2462301 jadi-yang-pertama-di-indonesia-kota-bogor-deklarasikan-plastic-smart-city-RISceFXwLe.JPG Kota Bogor Deklarasikan Plastic Smart City (Foto: Pemkot Bogor)

BOGOR - Dalam upaya mengurangi dan mengelola sampah plastik, Pemerintah Kota Bogor secara resmi melaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama deklarasi Plastic Smart Cities dengan Yayasan World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia.

Program ini merupakan inisiasi WWF bekerjasama dengan kota-kota di seluruh dunia untuk menjauhkan plastik dari alam. Dengan penandatangan ini, Kota Bogor menjadi kota pertama di Indonesia yang mendeklarasikan menerapkan Plastic Smart Cities.

Wali Kota Bogor Bima Arya menegaskan siap menjadi pilot project mulai dari lokasi hingga sumber daya. Bahkan, jika diperlukan akan dialokasikan dalam bentuk APBD untuk mendukung modal lainnya.

"Hari ini kita harus melangkah jauh, bukan hanya awareness (kepedulian) tetapi juga action (aksi) untuk memastikan rantai pengelolaan sampah rapi dan semakin kuat dari hulu ke hilir. Ini adalah langkah maju untuk menguatkan rantai pengelolaan sampah dari hulu ke hilir dan momentum yang ada sangat tepat, ketika di masa pandemi kita menjadi concern dengan public health dan kebersihan lingkungan," kata Bima dalam keterangannya, Jumat (27/8/2021).

Menurutnya, salah satu persoalan yang paling besar adalah kecenderungan setiap pihak dalam mendefinisikan kedaruratan secara berbeda. Hal yang dipandang darurat oleh komunitas belum tentu dipandang darurat oleh pemerintah. Tetapi, bagi Pemkot Bogor melihat ada hal-hal yang tidak dilakukan saat ini dan memiliki dampak yang dahsyat di masa depan itu termasuk darurat.

"Kita melihat hal yang sangat darurat adalah saat kita tidak melakukan apapun terhadap hal yang berkaitan dengan Green City, perubahan cuaca dan yang lainnya. Bagaimana kita bisa menyimpulkan hal tersebut darurat, yaitu dengan dan melalui data dan kolaborasi. Data dikumpulkan dan diambil kemudian kolaborasi dibangun, dari situlah kita melihat bahaya jika kita tidak melakukan apapun terkait dengan plastic reduction, pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, maka kita akan melihat bencana itu datang dengan semakin cepat. itu darurat. Sehingga tidak ada gunanya hal-hal yang banyak kita lakukan hari ini ketika yang tadi tidak dilakukan," ungkapnya.

Karena itu, Kota Bogor patut bersyukur memiliki dukungan yang kuat dari civil society, komunitas dan berbagai pihak yang sangat peduli terhadap lingkungan. Mulai dari data sumber daya, saran hingga konsep dibangun nasional dan internasional.

"Itu modal yang luar biasa. Awareness is one thing but action another thing (kesadaran adalah satu hal tetapi tindakan adalah hal lain), awareness tidak pernah putus. Namun hari ini kita tidak cukup hanya membangunkan awareness tanpa dibarengi dengan action. Dan hari ini kita melihat entry point untuk terus action dan ke depan. Kolaborasi adalah modal, tapi tidak akan cukup jika tidak ada action," tegas Bima.

Dalam kesempatan yang sama, Badan Pengurus Yayasan WWF Indonesia, Prof. Ani Mardiastuti menyatakan perjanjian kerja sama deklarasi Plastic Smart Cities antara Pemkot Bogor dengan Yayasan WWF Indonesia merupakan langkah yang lebih dalam usaha mengurangi dan mengelola sampah plastik.

"Sebagaimana yang disampaikan perwakilan WWF Internasional, John Duncan, ini merupakan inisiatif tingkat regional yang ada di 19 kota dan 5 negara. Sebagai warga Bogor tentunya saya merasa bangga karena Kota Bogor menjadi kota pertama di Indonesia yang menerapkan Plastic Smart Cities," ucap Ani.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini