Share

Diimingi Pekerjaan, 3 Wanita Asal Lampung Malah Dijadikan PSK

Hasan Kurniawan, Okezone · Sabtu 28 Agustus 2021 01:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 28 338 2462390 diimingi-pekerjaan-3-wanita-asal-lampung-malah-dijadikan-psk-RhCnLA3lxR.jpg Polisi menangkap pelaku perdagangan orang di Tangerang, Banten (Foto: Hasan Kurniawan)

TANGERANG - Wanita asal Lampung menjadi korban perdagangan orang di Tangerang, Banten. Awalnya, wanita tersebut diiming-imingi bekerja di Tangerang sebagai penjaga toko, namun malah dijadikan pekerja seks komersial (PSK).

Kanit Reskrim Polsek Panongan, Ipda Surya Abdul Fitri mengatakan, dalam peristiwa itu pihaknya mengamankan dua orang tersangka, yakni AS (25) dan SR (22). Keduanya memiliki peran mencari korban dan menyediakan penampungan.

"Keduanya diringkus disebuah kontrakan Kampung Cipari, Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang," kata Surya, dalam keterangan tertulis kepada MNC Portal, Jumat (27/8/2021).

Baca Juga:  Tak Puas Dilayani, Pria "Hidung Belang" Bunuh PSK di Kamar Kos

Dilanjutkan dia, terungkapnya peristiwa ini berawal dari adanya informasi praktik prostitusi online di Tangerang yang mengarah kepada tindak perdagangan wanita. Saat dilakukan observasi, ternyata benar ada peristiwa itu.

"Jadi peran AS ini mencari perempuan yang tinggal di wilayah Lampung, untuk ditawari pekerjaan sebagai penjaga toko. Tetapi setibanya di Tangerang, perempuan itu dipaksa menjalani PSK online," sambungnya.

Sedangkan AR bertugas menyediakan tempat atau kontrakan untuk perempuan itu. Tempat ini juga digunakan sebagai lokasi transaksi seksual. Saat dilakukan penelusuran, wanita yang terjebak perdagangan orang ini ada banyak.

"Saat melakukan penangkapan, polisi juga mendapati 3 orang perempuan. Ketiga perempuan itu mengaku dipaksa melayani pria hidung belang di bawah ancaman kekerasan. Salah satu perempuan mengalami memar," tuturnya.

Baca Juga:  Cari Kerja di Bali, Wanita Asal Bogor Malah Dijual ke Pria "Hidung Belang"

Kedua pelaku terkenal kejam terhadap wainta-wanita ini. Mereka tidak segan memukul, bahkan mengancam membunuh korban jika berani melapor dan melarikan diri. Pihak kepolisian pun masih mendalami kasus tersebut.

"Dalam pengungkapan ini, kami mengamankan barang bukti berupa kondom bekas pakai, uang tunai Rp1,5 juta, dan 1 unit telepon genggam. Kasus ini masih terus didalami untuk mengungkap jaringan pelaku lainnya," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini