Ratusan Personel Dikerahkan Cari Solihin yang Hilang di Kali BKT Hindari Tawuran

Dimas Choirul, MNC Media · Senin 30 Agustus 2021 00:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 30 338 2462986 ratusan-personel-dikerahkan-cari-solihin-yang-hilang-di-kali-bkt-hindari-tawuran-ZmBdVIdJX3.jpeg Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Petugas Search And Rescue (SAR) gabungan DKI Jakarta melakukan pencarian terhadap Solihin (20) yang tenggelam di Kali BKT depan Season City RT 13 RW 01, Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Minggu (29/8/2021). Sebanyak 20 tim dikerahkan dalam pencarian itu.

"Ada 20 tim SAR gabungan kurang lebih ada 110 personel dengan peralatan sar air lengkap. Perahu karet dan alat selam," kata Komandan Tim Basarnas Jakarta Ryan Christian, Minggu.

Ryan mengatakan, pencarian dimulai pada pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Namun, hingga pukul 12.00 WIB, tim belum berhasil menemukan pemuda yang tenggelam itu.

"Kemungkinan korban masih di dasar dan terseret arus. Ada kemungkinan masih menancap di bawah. Kebetulan kondisi di bawah itu lumpur," tutur Ryan.

Ryan mengaku, air kali yang kotor dan banyaknya sampah menjadi kendala utama timnya untuk melakukan pencarian. Untuk itu, timnya menerjunkan lima perahu karet untuk mempercepat proses pencarian.

"Hari ini kita rencana (melakukan pencarian) sampai jam enam sore," pungkasnya.

Baca juga: Diduga Hanyut Saat Mandi, Seorang Santri Tewas Tenggelam di Sungai Cianten

Sebelumnya, seorang pria bernama Solihin (20) nekat menceburkan diri ke Kali BKT, Jembatan Besi, Tambora, pukul 04.00 WIB, Minggu. Solihin panik karena menduga ada tawuran antar kumpulan geng motor.

Sementara itu, Kapolsek Tambora Kompol M Faruk Rozi memastikan bahwa tidak ada tawuran di Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat pada saat itu. Yang ada hanya sekumpulan pemotor yang lewat di perlintasan jalan.

"Dia datang ke warung kopi ini bersama dua teman lainnya. Dari kejauhan korban melihat segerombolan orang mengendarai motor (konvoi)," ujar Faruk dikonfirmasi, Minggu.

Faruk menjelaskan, Solihin dan kedua temannya menduga segerombolan pemotor itu merupakan geng motor. Karena panik, korban dan kedua temannya berhamburan pergi dari warung kopi dan berlari menyelamatkan diri. Sementara Solihin, memilih menceburkan diri ke kali BKB.

"Takut (korban) kayak diserang gitu, bukan takut dirampok buka, emang dia hanya takut diserang," jelas Faruk.

Usai segerombolan pemotor itu pergi, saksi pemilik warung kopi melihat korban menepi ke pinggir sungai. Korban mencoba berenang ke pinggir kali BKT, namun tak berhasil.

"Si korban juga sempet berenang ke tepi nah tiba-tiba dia (korban) ngga muncul lagi. Dipikirnya dia sudah naik sama temennya, ternyata temennya yang dua itu juga enggak tahu keberadaannya. Jadi ini bukan tawuran ya," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini