Kisah Petugas TPU Covid-19, Kerja Lembur hingga Berbulan-bulan Tak Bertemu Keluarga

Yohannes Tobing, Sindonews · Senin 30 Agustus 2021 20:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 30 338 2463518 kisah-petugas-tpu-covid-19-kerja-lembur-hingga-berbulan-bulan-tak-bertemu-keluarga-MCJUr2PGJ3.jpg Wahyudin, petugas TPU Covid-19 Rorotan (Foto: Yohannes Tobing)

JAKARTA - Dampak kasus kematian akibat Covid-19 bukan hanya dirasakan keluarga yang ditinggalkan. Namun, juga bagi petugas pemakaman yang harus bekerja keras memakamkan jenazah.

Kasus kematian akibat Covid-19 sempat mengalami peningkatan yang cukup drastis di DKI Jakarta pada Juni 2021 lalu. Kenaikan ini pun membuat tim pemusalaran jenazah atau yang dikenal petugas pemakaman harus bekerja keras.

Baca Juga:  PPKM Diperpanjang, Kapasitas Dine In di Resto 50% dan Mal Buka Sampai Pukul 21.00

Seperti dialami Wahyudin (33), Petugas Pemakaman Khusus Covid TPU Rorotan, Cilincing. Wahyudin mengatakan, semenjak peningkatan kasus Covid-19 di Jakarta saat itu membuat dirinya bersama dengan rekan kerjanya harus bekerja lembur.

Wahyudin 

Diceritakan Wahyudin saat peningkatan kasus Covid-19 pada 11 Juni 2021 silam, dirinya bersama dengan petugas lainnya menguburkan puluhan bahkan hingga ratusan jenazah Covid-19 setiap harinya.

"Baru satu yang dikubur, masuk lagi satu, lalu ada lagi yang mengantri bahkan ambulans sempat mengantri panjang menunggu giliran sampai malam," kata Wahyudi kepada MNC Portal Indonesia di lokasi, Senin (30/8/2021).

Baca Juga:  Alami Tren Perbaikan, Jumlah Daerah PPKM Level 4 di Luar Jawa-Bali Turun

Kisah seperti ini memang menjadi hal yang tidak biasa bagi Wahyudin. Selain dituntut untuk cepat, namun dirinya juga di minta untuk tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

"Saya pribadi sampai saat ini sehat dan yang bekerja disini juga semuanya sehat semua. Paling keluhannya hanya pegal pegal ditambah terik dan panas," tuturnya.

Tak hanya bertahan di kondisi yang terik dan panas, pria kelahiran Banyumas juga mengisahkan situasi yang sangat sulit bagi dirinya.

"Mungkin ini cerita yang sulit kita ceritakan itu waktu penguburan kemarin apalagi pas musim hujan. Kondisinya musim hujan disini sedikit susah. Di mana kita harus panggul peti dengan kayu angkut," katanya.

Meskipun memiliki pekerjaan yang sangat berisiko tinggi, namun bapak dari satu anak ini tidak terlalu khawatir untuk tertular. Dengan menjaga daya tahan tubuh dan pola hidup yang baik, dirinya yakin akan dijauhkan dari virus mematikan saat ini.

"Kalau yang namanya kerja pasti ada risiko. Kalau kekhawatiran namanya juga manusia. Apalagi, kita kerja juga langsung menangani covid pasti kerja lebih berbahaya atau lebih rentan. Tapi syukur ahamdulillah bisa jaga kesehatan dan Olahraga saja," terangnya.

Wahyudi menambahkan, selama bekerja menjadi petugas pemulasaran, dirinya mengaku masih belum berani untuk bertemu dengan keluarga. Pasalnya, dirinya takut akan menularkan virus kepada orang yang dicintainya.

"Kalau keluarga di kampung, paling kita bisa komunikasi lewat telpon wasap. Masih belum berani, saya juga ingin jaga jarak karena saat ini bekerja khusus Covid, jadi lebih baik jauhan dulu. Yang penting keluarga sehat," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini