Ngaku-Ngaku Wartawan, Bagong Peras Pedagang Sambil Bawa Golok

Hambali, Okezone · Selasa 31 Agustus 2021 16:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 31 338 2463959 ngaku-ngaku-wartawan-bagong-peras-pedagang-sambil-bawa-golok-H5NdFZfcug.jpg Bagung ngaku-ngaku sebagai wartawan dalam menjalankan aksinya memerasan pedagang di Tangerang Selatan (Foto : Okezone.com/Hambali)

TANGERANG SELATAN - Seorang pria berinisial E alias Bagong (48) ditangkap polisi usai dilaporkan memeras para pedagang di Jalan Ceger Raya, Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel). Dalam aksinya, Bagong mengaku sebagai anggota ormas dan wartawan.

Aksi pemerasan oleh Bagong dialami korbannya berinisial ST (29) pada Minggu 22 Agustus 2021 sekira pukul 21.00 WIB. Bagong datang ke lapak usaha ST sebanyak 3 kali, di mana yang terakhir kali dia datang membawa golok serta menebar ancaman.

Untuk menakuti para pedagang, Bagong sengaja memamerkan goloknya yang diselipkan di pinggang saat beraksi. Dia juga memakai rompi bertuliskan nama salah satu Ormas, serta membawa kartu pengenal wartawan.

"Tersangka datang 3 kali ke usaha korban, alasannya untuk membantu temannya yang kecelakaan, tapi tidak diberikan. Kemudian datang lagi untuk kedua kali, tidak diberikan lagi. Kemudian yang ketiga kali datang membawa golok sambil mengancam akan membakar tempat usaha korban," ujar Kapolsek Pondok Aren Kompol Riza Sativa, Selasa (31/08/21).

Kelakuan Bagong yang miminta sambil memaksa dengan melontarkan kalimat ancaman, membuat korban geram. Kejadian itu pun lalu dilaporkan ke polisi.

"Tersangka mengancam dengan mengatasnamakan salah satu anggota ormas. Tersangka bawa rompi ini (ormas) sebagai simbol. Tapi juga yang saya prihatin lagi membawa ini (ID wartawan)," ucap Riza

Baca Juga : Prihanjoko Jabat Plt Bupati Probolinggo Pasca-Tantri Jadi Tersangka KPK

Mendapat laporan itu, polisi langsung meringkus Bagong. Pada saat akan diamankan, Bagong berupaya melawan dengan kembali mengaku-ngaku anggota Ormas. Dia pun langsung digelandang ke kantor polisi.

"Barang buktinya ada golok, rompi dan kartu pengenal," tandasnya.

Bagong kini meringkuk di sel tahanan. Dia dijerat Pasal 368 KUHP tentang pemerasan dan Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata tajam.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini