Artis Sinetron Kena Tipu Rp75 Juta, Pelaku Ngaku Utusan Presiden Jokowi

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Selasa 31 Agustus 2021 18:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 31 338 2464067 artis-sinetron-kena-tipu-rp75-juta-pelaku-ngaku-utusan-presiden-jokowi-Yp2TZzjddW.jpg Penipu artis yang mengaku utusan Jokowi ditangkap polisi (Foto : Istimewa)

JAKARTA - Polisi menangkap AH, pelaku penipuan kepada artis sinetron Ganteng-ganteng Serigala (GGS) Fahri Azmi. AH membuat surat dan cap palsu dengan mencatut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjalankan modus penipuannya itu.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo mengungkapkan, AH berhasil meyakinkan korbannya dengan mengaku sebagai utusan Presiden Jokowi.

"Itu semua dilengkapi dokumen-dokumen yang sudah diakui oleh pihak tersangka bahwa itu dia buat sendiri," ujar Ady saat konferensi pers, Selasa (31/8/2021).

Dalam dokumen tersebut disebutkan ia telah diangkat oleh Presiden Jokowi sebagai bagian dari anggota Suistanable Development United Nations atau tim pembangunan berkelanjutan.

Ady menjelaskan, dalam dokumen itu tertulis pula nama Mensesneg Pratiko yang ditanda tangani per tanggal 14 Oktober 2020. "Di sini juga ada cap yang dibuat sendiri oleh tersangka. Yang bersangkutan juga mengaku sebagai mantan calon menkes setelah Terawan," tuturnya.

Lebih lanjut, Ady menjelaskan, perkenalan korban dilakukan saat AH bertemu dengan korban Fahri Azmi di sebuah pesta ulang tahun rekan Fahri Azmi. Saat itu kepada rekan Fahri Azmi, tersangka mengaku sebagai dokter spesialis hingga calon Menkes.

Kemudian dari perkenalan itu, mereka berlanjut komunikasi. Pelaku dan korban sempat bertemu di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Baca Juga : Yosef dan Istri Muda Dijemput Polisi, Pengacara: Masih Saksi!

Tersangka kemudian menyampaikan bahwa adiknya terkena kasus narkoba dan membutuhkan biaya tebusan sebesar Rp450 juta. AH mengatakan dirinya sudah menransfer sebesar Rp250 juta. Lalu meminjam pada korban untuk membayar kekurangannya.

Saat itu pelaku sempat berjanji kepada korban untuk dibayar. Korban pun percaya dan menrtansfer sebanyak Rp75 juta dengan dua kali pembayaran. Masing-masing Rp50 juta dan Rp25 juta. Namun, setelah beberapa saat uang korban tak dikembalikan. Kemudian korban meminta pertolongan polisi dengan membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Barat.

Setelah mendapat laporan, pada Sabtu 21 Agustus, polisi berhasil mengidentifikasi keberadaan AH yang berada di Palembang, Sumatera Selatan. Ia kemudian diringkus di kediamannya. Dari tangan tersangka, polisi berhasil menyita beberapa dokumen, stempel, buku tabungan dan alat pencetak dokumen yang digunakan tersangka untuk melancarkan modusnya.

Buat Jalan-Jalan

Saat dilakukan pemeriksaan, AH mengakui bahwa dirinya bukanlah seorang dokter profesional. Ia hanya mengaku sempat kuliah di Fakultas Kedokteran, namun tak rampung-rampung.

Kepada Polisi, AH mengatakan uang yang ia dapat dari hasil penipuannya itu untuk traveling ke luar kota. "Buat jalan-jalan keluar kota," tutur AH.

Atas perbuatannya, tersangka disangkakan dengan Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 378 KUHP tentang penipuan atau penggelapan, dengan ancaman hukuman pidana penjara empat tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini