Share

Orangtua Meninggal Akibat Covid, 952 Anak di Kabupaten Bekasi Yatim Piatu

Abdullah M Surjaya, Koran SI · Rabu 01 September 2021 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 01 338 2464434 orangtua-meninggal-akibat-covid-952-anak-di-kabupaten-bekasi-yatim-piatu-c2n59CTwjX.jpeg Ilustrasi. (Foto: Creative Market)

BEKASI - Sebanyak 952 anak di Kabupaten Bekasi menjadi yatim piatu lantaran orangtuanya meninggal akibat terinfeksi Covid-19. Jumlah ini dipastikan terus bertambah karena pendataan baru mencapai 11 kecamatan. Saat ini, pendataan masih berlangsung di 23 kecamatan, 180 desa dan 7 kelurahan se-Kabupaten Bekasi.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, Endi Samsudin mengatakan, pemerintah setempat masih melakukan penghitungan hingga hari ini. Terdapat 952 anak yatim piatu dari 11 Kecamatan dan penghitungan masih dilakukan di 12 Kecamatan lainya.

”Kemungkinan angkanya bakal mencapai ribuan, masih terus kita lakukan pendataan,” katanya. 

Menurut dia, anak-anak yang yatim piatu itu berasal dari berbagai usia, mulai dari balita hingga anak usia sekolah, baik dasar, menengah pertama atau menengah atas. Pendataan anak yatim piatu itu dilakukan berdasarkan arahan Kementerian Sosial RI. Pendataan ini akan menjadi dasar pemberian bantuan bagi anak-anak yang ditinggal ibu dan ayahnya. 

Baca juga: Kapan Pandemi Covid-19 Jadi Endemi? IDI: Masih Lama, 2 Sampai 3 Tahun Lagi

Dari 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi, baru 11 kecamatan yang terdata. Kabupaten Bekasi menjadi salah satu daerah dengan jumlah kasus tertinggi di Jawa Barat. Berdasarkan data Pusat Koordinasi dan Informasi Covid-19 Kabupaten Bekasi hingga 31 Agustus 2021, terdapat penambahan 182 kasus baru hingga total menjadi 46.402 kasus covid-19. 

Selain itu, jumlah kematian pun masih belum dapat ditekan hingga terus bertambah setiap hari. Sejumlah langkah terus dilakukan Pemkab Bekasi dalam membantu mereka yang terdampak, termasuk anak yang ditinggal orang tuanya. 

Follow Berita Okezone di Google News

Pemkab Bekasi berencana memberikan bantuan sesuai kebutuhan yang diperlukan, misalnya beasiswa pendidikan. Untuk itu pihaknya akan berkoordinasi dan melakukan penanganan dengan dinas terkait.

”Saat ini koordinasi terus dilakukan dengan Dinas Pendidikan terkait beasiswa sekolah. Bagaimana pun kami harus memastikan sekolahnya harus dilanjutkan,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini