Disdik DKI: Minggu Ketiga Jika Tak Terjadi Apa-Apa, Sekolah Akan Dibuka Setiap Hari

Dominique Hilvy Febiani, MNC Media · Rabu 01 September 2021 21:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 01 338 2464739 disdik-dki-minggu-ketiga-jika-tak-terjadi-apa-apa-sekolah-akan-dibuka-setiap-hari-M8pXrhhycQ.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Penetapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Jakarta telah dimulai pada Senin, 30 Agustus 2021. PTM diselenggarakan di 610 sekolah, mulai dari jenjang SD hingga SMA/SMK. Untuk madrasah berjumlah 23 sekolah. Dinas Pendidikan DKI Jakarta berencana akan membuka sekolah setiap hari di minggu ketiga pertemuan tatap muka terbatas.

"Dua minggu pertama ini kan siklus 14 harinya lewat. (Jika) aman dan tidak ada apa-apa, maka kalau sekarang sekolah dibuka sehari, lalu sehari ditutup, sehari masuk kan, sehari disinfektasi. Lalu di minggu ketiga kita mulai sekolah buka tiap hari," kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana dalam diskusi virtual (1/9/2021).

Perlu diketahui, kegiatan PTM terbatas di sekolah Jakarta hanya berjalan selama tiga hari per seminggu, yakni hari Senin, Rabu, dan Jumat. Sedangkan hari Selasa dan Kamis merupakan jadwal penyemprotan disinfektan di ruang kelas.

Nahdiana memastikan metode pembelajaran campuran atau blended learning diberlakukan dalam kegiatan PTM tersebut meskipun sekolah dibuka setiap hari. Dalam sehari, sebagian siswa akan ke sekolah, sedangkan sisanya melakukan pembelajaran secara daring.

"Tapi apakah anak-anak kita akan masuk tiap hari? Tidak. Karena harus bergantian. Bisa saja, katakan yang SD kali ini kelas 6. Itulah yang kita latih dalam blended learning,” terangnya.

"Karena pilihannya di sekolah, katakan rasio 32 per kelas, dengan kondisi PTM terbatas, rasionya menjadi 50 persen maksimum. Artinya (dalam sehari) anak-anak sebagian harus di rumah," tambahnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini