Viral! Video Aksi Asusila Gemparkan Warga Bekasi

Abdullah M Surjaya, Koran SI · Senin 06 September 2021 10:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 06 338 2466752 viral-video-aksi-asusila-gemparkan-warga-bekasi-Fx8BeGSk9Z.jpg Foto: MNC Portal

BEKASI - Seorang pria bernama Deni (56) diduga melakukan aksi tindakan asusila terhadap tiga orang anak dibawah umur yang terjadi di Jalan Bintara 1 RT 10 RW 02, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi. Aksi pria tersebut terekam dalam sebuah video dan menjadi viral di jagat media sosial.

(Baca juga: Dramatis! Serangan Kilat Pasukan Raider Bikin KKB Teroris Berhamburan ke Jurang)

Video yang beredar kejadian terjadi pada Jumat (3/09) kemarin itu memperlihatkan awal mulanya salah satu korban dari ketiga anak tersebut mengaku kepada ibunya saat dirinya buang air kecil selalu mengalami sakit di pada bagian alat kemaluannya. Kemudian orangtua dari anak itu menanyakan kepada anaknya perihal yang menimpa anaknya.

(Baca juga: Saat Air Mata Bung Karno Tumpah Usai Teken Hukuman Mati untuk Sahabatnya)

Mendapati laporan tersebut warga kemudian geram dan langsung menggerebek rumah terduga yang saat itu rumahnya di belakang kediaman Ketua RT. Bahkan, terduga Deni berusaha kabur tapi di cegah warga, setelah ramai ada beberapa warga lagi yang mengaku anaknya juga sering dilecehkan sampai bokongnya di colek saat sedang bermain.

Ketua RT 10 RW 02 setempat Surya Wangsa mengatakan bahwa kejadian video asusila yang sudah beredar di media sosial hal itu tidak benar dan menurutnya kejadian asusila, hanya terjadi kesalahan pahaman belaka.

”Enggak ada asusila, itu enggak benar, peristiwa itu sudah selesai. Dan kedua belah pihak juga sudah menyelesaikannya dengan cara mediasi,” katanya.

Surya menjelaskan awal mula kejadian yang sebenarnya adalah bermula ada tiga orang anak kecil yang sedang bermain, kemudian menangis karena dipegang oleh terduga pelaku Deni (56), Sehingga dari adanya hal itu anak ini melapor kepada orangtuanya, hingga orang tua dari anak tadi menyampaikan kepada dirinya.

Setelah orangtua dari anak itu melaporkan kepadanya, dia langsung melakukan pertemuan internal kepada orangtua dan anak yang diduga mengalami tindakan asusila serta terduga pelaku di kediaman untuk menyampaikan informasi secara berimbang.”Awalnya salah komunikasi si anak dipegang takut, jadi tidak benar,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, pada saat proses mediasi berlangsung di kediamannya, rupanya banyak warga yang datang ke rumahnya, hingga dari pihak kepolisian juga turut datang ke lokasi.”Jadi cuma salah paham saja. Jadi ngak ada itu asusila. Intinya ini udah selesai, udah damai juga keduanya ya, jadi yang di medsos itu tidak benar,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini