5 Fakta Bar Holywings Langgar Aturan, Didenda hingga Terancam Ditutup Selama PPKM

Tim Okezone, Okezone · Senin 06 September 2021 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 06 338 2467029 5-fakta-bar-holywings-langgar-aturan-didenda-hingga-terancam-ditutup-selama-ppkm-6947UPS5Fz.jpg Kerumunan di bar Holywings. (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Petugas gabungan menindak kerumunan di kafe Holywings Kemang, Jakarta Selatan (Jaksel), Sabtu (4/9/2021) malam. Petugas mendapati ada ratusan pengunjung berjubel di dalam kafe tanpa memperhatian protokol kesehatan (prokes).

Berikut sejumlah fakta kasus pelanggaran prokes di Hollywings:

1. Periksa Pihak Manajemen

Polisi akan memeriksa manajemen kafe Holywings yang berada di Kemang dan Episentrum Jakarta, Selatan. Pemeriksaan dilakukan karena kafe tersebut melanggar protokol kesehatan beroperasi hingga tengah malam dan menimbulkan kerumunan saat PPKM.

"(Tim manajemen) Iya kita akan proses," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, Senin (6/9/2021).

Yusri melanjutkan pemanggilan dilakukan untuk menegakkan aturan UU No 4 Tahun 1989 tentang wabah penyakit menular.

Baca juga: Holywings Langgar Prokes, Polda Metro Akan Periksa Pihak Manajemen

"Iya kita akan lakukan pemeriksaan semua yang tersangkut disini secara maraton sesuai dengan UU No 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit," jelasnya.

2. Terancam Ditutup Selama PPKM

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov DKI) dalam hal ini Satpol PP DKI Jakarta mempertimbangkan untuk melakukan penutupan pada tempat usaha atau kafe Holywings Kemang, karena dianggap sering menimbulkan kerumunan.

"Jadi, karena sudah melebihi jam operasional dan juga tak mematuhi protokol kesehatan, ditutup sementara 3x24 jam. Namun, ke depannya apa ditutup selama PPKM, kita nanti lihat keputusan dari pimpinan," ujar Kasatpol PP Jakarta Selatan, Ujang Hermawan, Senin. 

Ujang juga sedang menantikan instruksi lebih lanjut apakah tempat usaha tersebut bakal dilakukan penutupan selama pemberlakuan PPKM di Jakarta ataukah tidak. Sebabnya, dugaan pelanggaran PPKM dan kerumunan itu bukanlah kali pertamanya dilakukan Holywings. 

"Ini yang terulang, sudah dua kali. Soal sanksi denda juga kami masih menunggu instruksi pimpinan,” jelasnya.

3. Kena Denda

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menegaskan akan menindaklanjuti pelanggaran bar Holywings Epicentrum. Bar tersebut melanggar aturan jam operasional di masa PPKM.

“Tentu bagi cafe-cafe yang melanggar, seperti yang terjadi, tetap seperti biasa, mau cafe resto, pabrik, tentu akan diberikan sanksi dan ditindak sebagaimana aturan yang ada ya,” kata Ariza di Balai Kota, Senin.

Ia mengatakan, para pelanggar PPKM akan diberikan sanksi yang ditetapkan oleh pemerintah.“Yang melanggar mulai dari sanksi administrasi sampai pencabutan izin, bahkan dimungkinkan sanksi pidana,” ucapnya.

“Pemprov yang atur, nanti dicek sama Satpol PP terkait dendanya,” tambahnya.

Ariza menyebut, pelanggaran PPKM level 3 di bar Holywings Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan dikenakan sanksi penutupan sementara selama 3 hari dan denda administratif.

“Sementara ditutup sementara 3 hari, oh iya selain penutupan, ada denda tentu disitu ya,” katanya.

4. Tak Pandang Bulu

Sementara itu, Yusri Yunus menegaskan pihaknya akan melakukan proses hukum pada siapapun yang melakukan pelanggaran protokol kesehatan yang di atur dalam PPKM Level 3 di sejumlah daerah termasuk DKI Jakarta. 

"Tidak akan tebang pilih bukan cuma ini saja siapapun yang melanggar protokol kesehatan dimasa PPKM Level 3 ini akan kita proses semua," pungkasnya. 

5. Prokes Jangan Kendor

Wagub Ariza mengimbau agar seluruh masyarakat mematuhi aturan PPKM yang diberlakukan oleh pemerintah. 

“Kami minta semua disiplin supaya ada penurunan. Kita tetap waspada dan disiplin, saat ada pelonggaran, disiplin harus semakin besar. Karena jika ada pelanggaran, mobilitas jadi semakin tinggi dan potensi penurunan juga semakin besar, untuk itu disiplin juga harus semakin tinggi, ya,” imbuhnya.

Ia mengatakan, apabila pelaku usaha mengikuti aturan PPKM dengan baik maka akan diperbolehkan beroperasional.

“Ya nanti dilihat, yang melanggar yang diberi sanksi, tentu yang lain yang patuh disiplin tetap berjalan seperti biasanya,” tutupnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini