Share

Kasus Prostitusi Anak di Jakut, Muncikari Cari Korban dengan Ciri seperti Ini

Yohannes Tobing, Sindonews · Rabu 08 September 2021 00:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 08 338 2467755 kasus-prostitusi-anak-di-jakut-muncikari-cari-korban-dengan-ciri-seperti-ini-clEPCtuaoV.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Sang Ngurah Wiratama mengatakan, dua muncikari prostitusi anak di bawah umur yakni ZF (18) dan RF (19) memiliki peran tersendiri dalam bisnis esek esek ini. Dalam menggaet korban, pelaku memiliki ciri tertentu.

Menurut Wiratama, pelaku RF memiliki peran sebagai pencari atau perekrut gadis di bawah umur 17 tahun yang mau diajak terjun dalam bisnis lendir serta membutuhkan biaya hidup yang super instan.

"RF itu mencari wanitanya atau bisa dibilang korbannya yang bisa dijadikan wanita penghibur. Karena himpitan ekonomi dan gaya hidup, sehingga membutuhkan uang instan," kata Wiratama saat ditemui di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (7/9/2021).

Baca Juga:  Polisi Tangkap Dua Mucikari Prostitusi Anak di Bawah Umur

Sementara itu, untuk pelaku ZF memiliki tugas yang mencari pelanggan atau pria hidung belang yang ingin dipuaskan oleh gadis kencur "ZF itu mencari pelanggan di internet, di media sosial, sehingga mendapatkan pelanggan," tuturnya.

Meski demikian dikatakan Wiratama, kedua pelaku ini bermain dalam bisnis esek-esek dengan cara tertutup untuk mendapatkan pelanggan. Hal ini supaya tidak bisa terdeteksi oleh polisi.

"Mereka cukup tertutup, pelan-pelan agar bisa mendapatkan pelanggan supaya tidak terungkap. Tapi walaupun seperti itu, polisi sendiri bisa mengungkap kasus prostitusi online di bawah umur ini," Ucapnya.

Baca Juga:  Polda Sumsel Bongkar Prostitusi Online Libatkan Anak di Bawah Umur dan Tawarkan Threesome

Ditambahkan Wiratama, berdasarkan pengakuan kedua pelaku sudah menjalankan bisnis prostitusi anak dibawah umur sebanyak dua kali dan meraih keuntungan jutaan.

"Sebenarnya dua kali melakukan ini wanitanya sama. Walaupun sempat ada wanita yang lain tetapi tidak berhasil bertemu lah antara pelaku dan perantaranya dan keuntungannya Rp1.250.000," pungkasnya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini