2 Petugas Dishub DKI Diduga Peras Sopir Bus Peserta Vaksinasi

Antara, · Rabu 08 September 2021 00:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 08 338 2467758 2-petugas-dishub-dki-diduga-peras-sopir-bus-peserta-vaksinasi-CNVUaa4uwH.jpg Petugas Dishub DKI diduga peras sopir bus (Foto: Antara/Azaz Tigor Nainggolan)

JAKARTA - Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat Ricky Hermawan membenarkan dua petugas Dinas Perhubungan menjadi terduga pemeras sopir bus yang mengangkut peserta vaksinasi di Cempaka Mas, Jakarta Pusat, Selasa.

Keduanya sedang menjalani pemeriksaan internal oleh Suku Dinas (Sudin) Perhubungan Jakarta Pusat.

"Iya. Lagi proses pembuatan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang bersangkutan. Lagi berjalan," kata Ricky saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (7/9/2021).

Baca Juga:  Ngaku-Ngaku Wartawan, Bagong Peras Pedagang Sambil Bawa Golok

Ricky juga membenarkan kedua petugas yang diperiksa sesuai dengan nama yang beredar dalam pernyataan serta unggahan di media sosial oleh Ketua Forum Warga Jakarta (FAKTA) Azas Tigor Nainggolan.

Namun demikian, kedua petugas lapangan tersebut masih berstatus terduga. Kronologi kejadian diduga pemerasan tersebut akan disampaikan setelah proses BAP selesai.

"Yang di-BAP, yang diperiksa itu sesuai dengan yang beredar tadi. Nah ini lagi diproses oleh Kasubag TU," katanya.

"Kita bicara diduga, tapi selesai dulu proses BAP-nya nanti kita sampaikan kronologinya seperti apa," katanya.

Sebelumnya, Ketua FAKTA Azas Tigor Nainggolan mengunggah foto berisi kutipan di akun Instagram miliknya pada Selasa terkait pemerasan sopir bus pada Selasa pagi.

Baca Juga:  Hajar hingga Peras Mantan Pacarnya, Pria Asal Afrika Diburu Polisi

Tigor menceritakan bahwa bus berisi rombongan warga kurang mampu yang akan divaksin di Sheraton Media Hotel Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Selasa pagi. Bus dikabarkan dicegat petugas Dishub DKI di depan ITC Cempaka Mas.

"Kedua petugas Dishub Jakarta itu bernama S. Gunawan dan Heryanto yang memaksa meminta uang sebesar Rp500.000. Jika si sopir tidak memberi yang Rp500.000 kepada petugas, maka bus akan ditarik (diderek) oleh Dishub Jakarta," tulis Tigor.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Lipunto berjanji akan menindaklanjuti informasi itu. "Saya segera lakukan pengecekan terhadap laporan ini," kata Syafrin.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini