Share

Digerebek Satpol PP, Belasan PSK Kocar-kacir hingga Masuk Parit

Abdullah M Surjaya, Koran SI · Jum'at 10 September 2021 14:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 10 338 2469328 digerebek-satpol-pp-belasan-psk-kocar-kacir-hingga-masuk-parit-lTQuzj65VV.JPG Sembilan PSK tertangkap Satpol PP Bekasi (Foto: Ist)

BEKASI - Sejumlah pekerja seks komersial (PSK) yang tengah asyik mangkal di warung remang-remang kocar kacir saat digrebek petugas Satpol PP Kabupaten Bekasi. Para wanita malam tersebut berusaha melarikan diri hingga masuk parit hingga areal pertanian warga. Hasilnya, Sembilan PSK berhasil diamankan petugas.

Sedangkan, belasan wanita lainya berhasil melarikan dalam razia yang dilakukan petugas pada Kamis (9/9) malam tersebut. ”Kami amankan sembilan wanita yang diduga PSK dari wilayah Cikarang dan Kedungwaringin, sedangkan di wilayah Sukatani berhasil melarikan diri,” kata Kepala Satpol PP Kabupaten, Dodo Hendra Rosika, Jum’at (10/9).

Penertiban yang dilaksanakan Satpol PP secara diam - diam melibatkan puluhan anggota Satpol PP Kabupaten Bekasi, saat petugas Satpol PP tiba dilokasi, puluhan PSK yang sedang menunggu pria hidung belang pun melarikan diri ke semak - semak atau kebun yang tidak jauh dari lokasi.

”Kita temukan barang bukti berupa kondom dan tisu magic,” ucapnya.

Dalam penertiban kali ini, PSK yang diamankan kemudian dibawa oleh petugas dari Dinas Sosial ke Panti Rehabilitasi di Sukabumi. Sebelum dibawa ke panti rehabilitasi, wanita malam tersebut didata terlebih dahulu.”Penertiban ini rutin kami lakukan setiap pekanya, namun selalu bocor seperti yang terjadi di wilayah Sukatani,” ungkapnya.

Berdasarkan pengakuan salah satu wanita tersebut, mereka kerap kali melayani pria hidung belang di warung remang-remang di sepanjang pinggiran jalan dari Kecamatan Cikarang hingga Kedungwaringin.

”Awalnya mereka mengaku bukan PSK, setelah didesak akhir mereka mengakuinya. Ada juga yang datang mengaku suaminya,” tegasnya.

Sekretaris Satpol PP Kabupaten Bekasi, Deny Mulyadi menambahkan, penertiban PSK dan warung remang - remang ini memang rutin dilakukan petugas setiap pekannya. Hanya saja waktunya tidak bisa ditentukan agar tidak bocor dan dilakukan secara spontan.

"Karena khawatir bocor, dilakukan dengan waktu menyesuaikan," katanya.

Mayoritas wanita malam yang diamankan ini berusia daro 18-40 tahun dan bukan warga dari Bekasi. Kebanyakan mereka berkedok sebagai trapis panti pijat dan ada juga yang langsung menjajakan diri di jalan dengan cara menyetop mobil.

"Mereka sudah kami serahkan ke Panti Rehabilitasi di Sukabumi, Jawa Barat," tegasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini