Ungkap Peredaran Biang Tembakau Sintetis Rp23 Miliar, Polres Bogor Tangkap 7 Pelaku

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Jum'at 10 September 2021 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 10 338 2469480 ungkap-peredaran-biang-tembakau-sintetis-rp23-miliar-polres-bogor-tangkap-7-pelaku-aAbTzUPBX4.jpg Polres Bogor ungkap peredaran tembakau gorila dan menangkap 7 tersangka. (Foto : Putra Ramadhani Astyawan)

BOGOR - Satnarkoba Polres Bogor menangkap 7 pengedar biang tembakau gorila atau sintetis senilai miliaran rupiah. Saat ini, kasus tersebut masih didalami untuk menangkap pemasok utama.

Kapolres Bogor, AKBP Harun mengatakan, kasus ini bermula dari penangkapan tersangka IB (21) dan DN (31) di wilayah Cianjur beberapa waktu lalu. Dari kedunya, petugas mendapatkan barang bukti berupa biang sintetis seberat 1.443 gram.

"Kedua tersangka merupakan pengedar narkotika di sekitar wilayah Bogor dan Tangerang dan sudah mengedarkan biang sintetis selama 2 bulan. Tersangka menjual biang sintetis melalui media sosial Instagram," kata Harun, Jumat (10/9/2021).

Polisi kemudian melakukan pengembangan dan berhasil menangkap pengedar lainnya berinisial MF (22) bersama adik sepupunya M (20). Dari keduanya, petugas kembali mendapati beberapa barang bukti di antaranya biang sintetis seberat 15.350 gram.

"Tersangka (MF dan M) mengedarkan biang sintetis juga melalui media sosial termasuk memasok barang kepada tersangka IB dan sudah mengedarkan biang sintetis selama 2 tahun," ucap Harun.

Tak hanya itu, petugas kembali melakukan pengembangan hingga akhirnya menangkap LP (23), AD (23), dan AR (24). Ketiganya merupakan kaki tangan atau orang kepercayaan dari tersangka MF dengan barang bukti biang sintetis 3.600 gram.

Baca Juga : Polisi Ringkus Penjual Tembakau Sintetis di Banten

"Jadi total biang tembakau sintetis yang disita 23,34 kilogram dengan nilai jual kurang lebih Rp23 miliar. Dari bibit itu bisa untuk memproduksi tembakau sintetis mencapi 800 kilogram," ucapnya.

Ia melanjutkan, para tersangka dijerat Pasal 114 Ayat 2 dan juga 112 Ayat 2 UU Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan maksimal denda Rp 10 miliar.

"Barang bukti biang sintetis ini masih kita dalami. Ada kemungkinan dari China barangnya. Ini masih kita dalami lagi, kita kembangkan lagi," tutur Harun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini