Disuruh Jemput "Bos" di Puncak, Mobil Pribadi Disulap Jadi Ambulans

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Sabtu 11 September 2021 11:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 11 338 2469709 disuruh-jemput-bos-di-puncak-mobil-pribadi-disulap-jadi-ambulans-sIZtARwWaj.jpg Mobil pribadi yang disulap jadi ambulans (foto: MNC Portal/Putra RA)

BOGOR - Polisi mendapati ambulans bodong menuju kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. Petugas akhirnya memberikan sanksi tilang dan meminta pengemudi untuk melepas rotator hingga stiker.

Informasi terhimpun, ambulans itu awalnya berjalan melawan arah sambil membunyikan sirine di Simpang Gadog menuju Puncak. Petugas yang melihat hal tersebut, langsung memberhentikan untuk diperiksa.

Setelah diperiksa, ternyata mobil itu adalah kendaraan pribadi yang didandani ambulans. Tak sampai di situ, di dalamnya tidak ada pasien dan minim alat medis serta tidak ada pendamping dari tenaga kesehatan.

Baca juga:  Alasan Polisi Berlakukan Ganjil-Genap di Jakarta saat Weekend

Alhasil, petugas melakukan tindakan dengan penilangan terhadap pengendara mobil. Termasuk melepas semua aksesoris seperti rotator dan stiker bertuliskan ambulans dari bodi mobil tersebut.

"Tadi dari anggota yang menangani ditemukan ambulans tidak sesuai dengan peruntukannya itu artinya mobil biasa yang didandani mobil ambulans artinya tidak sesuai peruntukan," kata Kasatlantas Polres Bogor, AKP Dicky Anggi Pranata kepada MNC Portal di Simpang Gadog, Sabtu (11/9/2021).

Baca juga:  Polisi Akan Tilang Kendaraan Pakai Rotator dan Knalpot Bising

Kemudian, dari pemeriksaan bahwa mobil tersebut tidak memenuhi persyaratan sebagai ambulans. Juga mobil itu melanggar rambu-rambu lalu lintas.

"Kedua di jalanan banyak pelanggarannya rambu-rambu langsung menerobos petugas melambung jadi diamankan. Harusnya juga ada yang menaungi, yayasan terutama. Misal yayasan bekerjasama dengan rumah sakit mana atau diserahkan ke desa, desa kan ambulan siapa ada," ungkap Dicky.

Dicky menambahkan, di dalam mobil tersebut juga tidak ada perlengkapan medis memadai. Bahkan, pengemudinya hanya mengenakan kaos dan celana pendek tanpa dilengkapi alat pelindung diri.

"Harusnya ada alat-alat kesehatan di dalamnya, kedua juga ada nakes, ada tenaga medisnya lah. Tadi hanya kotak P3K sama oksigen saja, sopir celana pendek jadi ditilang sama copot atribut," tegasnya.

Sementara itu, sang sopir Gilang mengaku tidak mengetahui secara pasti asal usul dari mobil yang dikendarainya. Diakuinya, kalau mobil tersebut adalah ambulans swasta yang akan menjemput orang.

"Saya kurang paham ya, cuma bawa aja. Karena mobil ini ada bosnya, mobil ambulans swasta. Mau ke Puncak jemput orang," singkat Gilang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini