Kemenhub Masih Kaji Penerapan Ganjil-Genap Permanen di Jalur Puncak Bogor

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Minggu 12 September 2021 17:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 12 338 2470165 kemenhub-masih-kaji-penerapan-ganjil-genap-permanen-di-jalur-puncak-bogor-GPXptgiWcG.jpg Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi. (Putra Ramadhani Astyawan)

BOGOR - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih mengkaji penerapan ganjil-genap di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor untuk dipermanenkan atau tidak. Itu karena masih menunggu hasil evaluasi dan dikaji lebih mendalam oleh semua pihak terkait.

"Tahap pertama minggu lalu, tahap dua yang sekarang. Hari ini makanya saya ingin memastikan bersama Pak Dirlalin dan yang teman-teman Polri lakukan karena nantinya dari hasil uji coba ini kita sedang merancang ada rancangan Peraturan Menhub untuk ganjil-genap yang apakah nanti permanen seperti ganjil-genap, atau kemudian ada layer 1 layer 2," kata Dirjen Perhubungan Darat pada Kemenhub Budi Setiyadi di Simpang Pos Polisi Gadog, Kabupaten Bogor, Minggu (12/9/2021).

Selain ganjil-genap, akan ada opsi atau pilihan lainnya yang mungkin diuji coba di Jalur Puncak untuk mengatasi kepadatan. Salah satunya penerapan 4 in 1 atau satu kendaraan diisi 4 orang.

"Kalau kapasitas atau volume masih tinggi sehingga kapasitas jalan menjadi terganggu, kita lakukan layer kedua. Selain ganjil-genap juga mungkin akan kita berlakukan misalnya 4 in 1, satu kendaraan harus dimuat empat orang. Mungkin seperti itu," ungkapnya.

Akan tetapi, semua kajian itu masih harus dibahas lebih lanjut tidak hanya dengan Kabupaten Bogor tetapi juga wilayah sekitarnya. Termasuk melibatkan masyarakat untuk memberikan masukannya.

Baca Juga : 758 Kendaraan Diputarbalik saat Ujicoba Ganjil Genap di Jalur Puncak Hari Ini 

"Tapi apakah nanti seperti itu? Minggu besok rencana kita akan berkoordinasi dengan Forkopimda terutama jajaran Satlantas Polres Bogor, Cianjur, Sukabumi, bersama dengan Dirlantas Polda Jabar dan Korlantas Polri, sama ibu Bupati juga Forkopimda untuk merumuskan termasuk juga melibatkan masyarakat. Nanti kita harapkan saat membuat regulasi itu, dari kepolisian yang biasa melakukan dan melihat kondisi yang ada itu bisa nanti langsung kita siapkan seperti apa, pasal-pasalnya seperti apa," tutur Budi.

Sejauh ini, lanjut Budi, uji coba ganjil genap di Jalur Puncak diklaim bisa menekan mobilitas sekitar 30-40 persen. Namun, tidak menutup kemungkingkan uji coba ganjil genap akan diperpanjang jika dibutuhkan sampai ada regulasi yang dikeluarkan Kemenhub.

"Mudah-mudahan sudah kelihatan formatnya seperti apa, kemudian skemanya seperti apa dan informasi yang kita dapatkan dari temen-temen Satlantas memang bisa menurunkan volume kendaraan 30-40 persen kurang lebih. Tapi kalau memang ini akan menjadi satu pola yang tetap, itu kemudian akan kita percepat menyangkut masalah regulasi. Jadi kalau memang sambil regulasi kita berproses, kalau memang minggu depan masih belum selesai ya kita akan lakukan uji coba lagi (ganjil genap)," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini