Tembok yang Tutup Akses Warga di Ciputat Dibongkar

Hambali, Okezone · Senin 13 September 2021 18:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 13 338 2470695 tembok-yang-tutup-akses-warga-di-ciputat-dibongkar-1ceoexHoia.jpg Salah satu sisi tembok yang tutup akses warga Ciputat dibongkar. (Hambali)

TANGERANG SELATAN - Petugas Satpol PP membongkar salah satu sisi tembok yang menutup akses warga di Jalan Pelikan, Serua, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (13/9/21).

Sisi tembok yang dibongkar itu luasnya sekira 3 meter. Disebutkan pembangunan tembok dan proyek bangunan di lokasi belum memiliki perizinan.

"Belum ada izinnya," kata Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Tangsel, Muksin Alfachry.

Petugas tak membongkar seluruh tembok. Bagian yang dibongkar letaknya berada persis di depan kediaman rumah warga. Muksin beralasan, pembongkaran sesuai kesepakatan antara pemilik proyek dan warga.

"Kemarin sudah terjadi mediasi. Intinya pengembang sepakat memberi jalan akses warga 3 meter," ujarnya.

Muksin melanjutkan, pihaknya saat ini mengedepankan hasil musyawarah di lingkungan. Jika ke depan proses perizinan belum juga terbit, proyek bangunan perumahan dan tembok yang berdiri di lokasi akan disegel.

"Kita kasih waktu 2 bulan untuk izinnya (IMB)," tuturnya.

Sementara itu, salah satu warga yang aksesnya tertutup tembok, Tarmo (51), mengaku permasalahannya dengan pemilik proyek sudah selesai. Meski begitu tak disebutkan apakah dalam mediasi tak ada pembayaran apapun dari warga terhadap pemilik proyek sebagaimana disebutkan sebelumnya.

Baca Juga : Akses 3 Rumah Ditutup Tembok, Warga: Kami Jadi Terisolir

"Pokoknya ini semua sudah selesai, kita nggak mau ngomong yang lain-lain lagi. Saya hanya mau diberi akses, itu aja," ucapnya.

Sebelumnya, warga mengeluh karena akses jalan mereka ditutup tembok oleh pemilik proyek perumahan pada Jumat 3 September 2021. Akibatnya warga mengaku terisolasi.

Pengembang mendirikan tembok di sana sepanjang sekira 30 meter. Di hadapan ketiga rumah itu, nampak pengembang tengah membangun beberapa unit rumah. Menurut warga, tembok sengaja dibangun untuk membatasi proyek perumahan tersebut.

Dibeberkan warga, pemilik lahan sempat mendatangi kediamannya sekira 2-3 bulan lalu dan meminta sejumlah uang agar akses jalan tak ditembok. Namun karena nominalnya cukup besar, Tarmo keberatan dan tak menyanggupi.

"Waktu itu dia mintanya Rp25 juta, terus, nego lagi jadi Rp20 juta (juta-red), turun lagi Rp15 (juta-red). Kalau saya terus terang uang segitu nggak punya, paling waktu itu saya sanggup 5 juta. Ya udah karena nggak ada kesepakatan akhirnya ditembok minggu kemarin," katanya beberapa waktu lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini