Berharta Rp1,6 Triliun, Kepsek Nurhali Sederhana dan Tak Merasa Kaya

Isty Maulidya, Okezone · Senin 13 September 2021 18:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 13 338 2470717 berharta-rp1-6-triliun-kepsek-nurhali-sederhana-dan-tak-merasa-kaya-g58tnpUcWd.jpg Kepsek Nurhali (Foto: Ist)

TANGERANG - Sosok Nurhali saat ini tengah menjadi sorotan karena digadang-gadang menjadi kepala sekolah terkaya versi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Nilai harta kekayaan yang dimiliki Nurhali mencuat setelah KPK merilis daftar 10 pejabat terkaya di Indonesia.

Kekayaan Nurhali bahkan hanya berada dua tingkat di bawah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Namun, Nurhali menapik kabar tersebut dan merasa sederhana tak merasa kaya, karena menurutnya tanah dengan nilai lebih dari Rp1 triliun itu merupakan tanah warisan milik istrinya.

Baca Juga:  Kepsek Berharta Rp1,6 Triliun Biasa Ngantor Naik Pajero dan Motor Bebek

Nurhali bahkan berkali-kali menegaskan bahwa bahwa harta yang dia laporkan ke KPK merupakan harta gabungan yang sebagian besar dimiliki istrinya. "Bukan punya saya, itu warisan dari orangtua istri saya. Karena tidak ada ahli waris lain, jadi diturunkan ke istri saya," ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (13/9/2021).

Nurhali melanjutkan, tanah tersebut dimiliki oleh mertuanya sejak 1970. Lahan tersebut tersebar di wilayah Jakarta dan Tangerang. Saat ini, kedua mertuanya sudah tidak ada, dan tanah tersebut akhirnya diwariskan kepada istri Nurhali.

"Tanahnya ada sudah dari lama itu, sekitar tahun 1970. Saat ini, kedua mertua saya sudah tidak ada," lanjutnya.

Baca Juga:  Nurhali Kepsek Berharta Rp1,6 Triliun, Miliki Tanah Warisan 80 Ribu Meter

Ditanya soal pekerjaan mertuanya, Nurhali menjawab semasa hidup mereka adalah pedagang biasa. Adapun besar nilai tanah yang saat ini kemungkinan karena adanya kenaikan harga tanah yang terjadi setiap tahun.

"Mertua dulu pedagang biasa, memang tanahnya sudah ada lama, sudah puluhan tahun lalu," ujarnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini