Penganiayaan Satu Keluarga: Disetrum, Dibacok hingga Disemprot Cairan Cabai

Rahmat Hidayat, iNews · Senin 13 September 2021 18:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 13 338 2470719 penganiayaan-satu-keluarga-disetrum-dibacok-hingga-disemprot-cairan-cabai-YcLZIQRyRV.jpg Rekaman CCTV merekam para pelaku sebelum melakukan penganiayaan (Foto: iNews/Istimewa)

BEKASI - Sebanyak enam pelaku penganiayaan, terhadap satu keluarga di Perumahan Harapan Indah, Medan Satria, Bekasi, ditangkap polisi pada, Senin (13/9/2021) siang. Dalam aksinya, para pelaku ada yang membacok, menyetrum, hingga menyempotkan cairan cabai ke korban.

Penganiayaan itu sendri dilatarbelakangi utang dari salah satu pelaku pada korban sebanyak Rp900 juta.

Dari hasil penggeledahan di dalam mobil para pelaku, petugas menemukan dua buah senjata api jenis airsoft gun dan senjata api rakitan beserta amunisi, senjata tajam, borgol, alat setrum kejut, tangga, serta semprotan air yang berisi cairan cabai.

Petugas pun mengamankan barang-barang yang di bawa pelaku ini sebagai barang bukti.

Para pelaku yang berinisial AJ, OS, SM, MA, BP, dan AS melakukan penganiayaan disertai ancaman dengan senjata api yang dilakukan terhadap satu keluarga di Perumahan Harapan Indah, Kelurahan Pejuang Jaya, Kecamatan Medan Sartria, Bekasi.

Aksi mereka juga sempat terekam kamera CCTV pemilik rumah. Ironisnya, salah satu pelaku yang beinisial AJ (28) merupakan teman akrab korban, bahkan antara korban dan pelaku pernah sama-sama kuliah di kampus yang sama.

Kapolsek Medan Satria, Kompol Agus Rohmat, mengatakan, aksi penganiayaan sadis yang dilakukan oleh para pelaku terjadi pada Jumat 10 September 2021, malam, lantaran dipicu permasalahan uutang piutang dari salah satu pelaku AJ senilai Rp900 juta.

Baca Juga : Kesal Dibilang Bodoh, Pria Ini Hajar Rekannya hingga Bonyok

Salah satu pelaku, yang merupakan teman korban itu awalnya berjanji datang kerumah korban untuk membayar utang, tapi kenyataannya justru melakukan tindak penganiayaan. AJ sendiri sengaja mengundang temannya dalam membantu aksi penganiayaan tersebut.

Kepada penyidik, para pelaku mengaku aksi pembacokan dilakukan ini sengaja untuk mengintimidasi korban lantaran selalu ditagih utang. Pelaku sendiri meminjam uang ratusan juta rupiah untuk kepentingan investasi tanah.

"Pelaku utang ke korban untuk investasi tanah," ujar Kapolsek Medan Satria Kompol Agus Rohmat.

Kapolsek menambahkan, para pelaku selain memukul korban, ada juga yang melakukan pembacokan hingga mengenai tangan korban. Tidak hanya itu, salah satu dari pelaku bahkan sempat menyemprotkan cairan cabai hingga melakukan setrum kejut terhadap ibu korban.

Guna mempertangjawabkan perbuataanya, kini keenam pelaku terancam dengan pasal berlapis yaitu Pasal 170 dan Pasal 351 KUHP tentang pengeroyokan dan penganiayaan dengan ancaman lima tahun penjara, serta undang-undang darurat tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api dengan ancaman dua belas tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini