Duit Tak Kunjung Bertambah, Dukun Pengganda Uang Dibunuh

Aimarani, iNews · Senin 13 September 2021 19:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 13 338 2470738 duit-tak-kunjung-bertambah-dukun-pengganda-uang-dibunuh-EgQIIs2vLV.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

TANGERANG - Kesal lantaran tertipu hingga puluhan juta rupiah, dua orang pria nekat membunuh seorang dukun yang mengaku bisa menggandakan uang di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, pada 16 Juli 2021. Setelah sempat dua bulan buron, kedua pelaku akhirnya berhasil ditangkap satreskrim Polresta Tangerang, Senin (13/9/2021).

Sebanyak dua dari tiga pelaku yakni W dan TY berhasil ditangkap polisi saat sedang bersembunyi di rumah temannya di Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, pagi tadi.

Polisi mengatakan, pembunuhan bermula saat tiga pelaku yakni W, TY dan RO yang terlilit utang mendatangi korban bernama Fatoni, dikenal sebagai dukun yang konon katanya bisa menggandakan uang.

Percaya dengan tipu daya sang dukun, TY memberikan uang Rp60 juta dan dijanjikan korban akan mendapatkan uang gaib sebesar Rp20 miliar. Sementara W yang memberikan Rp8 juta dijanjikan korban mendapatkan uang Rp18 miliar dalam waktu dua pekan.

Setelah memberikan sejumlah uang dan menjalani berbagai macam ritual, uang gaib miliaran yang dijanjikan korban tak kunjung terealisasi. Kesal merasa ditipu para pelaku mendatangi rumah korban dan langsung membekap korban yang tengah tertidur dengan bantal dan selimut hingga tewas.

"Saya kesal karena ditipu korban," ujar salah seorang pelaku berinisial TY.

Baca Juga : Penganiayaan Satu Keluarga: Disetrum, Dibacok hingga Disemprot Cairan Cabai

Selain mengamankan dua pelaku, polisi juga menyita bantal, dua unit telepon genggam dan dua unit sepeda motor dari tangan pelaku sebagai barang bukti kejahatan.

Kedua pelaku bakal dijerat pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati. Sementara RO yang masih DPO kini masih dalam pengejaran.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini