Pemkot Bogor Larang Ojek Online Mangkal di Jalur Satu Arah

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Senin 13 September 2021 22:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 13 338 2470804 pemkot-bogor-larang-ojek-online-mangkal-di-jalur-satu-arah-qaBsv0jCde.jpg Sosialisasi larangan mangkal ojek online di Kota Bogor (Foto: MPI/Putra)

BOGOR - Dinas Perhubungan Kota Bogor bersama TNI, Polri dan Satpol PP melaksanakan sosialisasi kawasan bebas ojek online di seputaran Sistem Satu Arah (SSA). Pengemudi ojek online dilarang mangkal atau berhenti kecuali antar jemput penumpang.

"Hari ini kami masih tahap sosialisasi dengan memasang spanduk di 6 titik. Kami juga langsung menegur ojek online yang kedapatan mangkal," kata Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Bogor RA. Mulyadi, Senin (13/9/2021).

Adapun 6 titik kawasan bebas ojek online yakni Jalan Pajajaran, Jalan Otista, Jalan Juanda, Jalan Jalak Harupat, Jalan Kapten Muslihat dan Jalan Paledang (50 meter dari Simpang Jalan Kapten Muslihat).

Dasar hukumnya adalah Permenhub PM 12 Tahun 2019 tentang perlindungan keselamatan pengguna sepeda motor yang digunakan untuk kepentingan masyarakat. Isinya, mengatur keteraturan untuk pengemudi dan aplikator dalam memberikan pelayanan kepada penumpang salah satunya pengemudi dilarang mangkal di sembarang tempat.

Kemudian, merujuk juga pada Peraturan Wali Kota Bogor Nomor 21 Tahun 2017 tentang pengawasan dan pengendalian bagi kendaraan roda dua yang menggunakan aplikasi berbasis teknologi informasi di Kota Bogor. Juga Surat keputusan Wali Kota Bogor Nomor 665/KEP.445-DISHUB/2021 tentang pembentukan tim pengawasan pengendalian bagi kendaraan roda dua yang menggunakan aplikasi berbasis teknologi informasi di Kota Bogor.

Termasuk berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Serta Perlindungan Masyarakat (Trantibum).

"Sanksinya teguran lisan, teguran tertulis, denda administratif dan atau sanksi sosial," tegas Mulyadi.

Selain itu, Dishub juga akan memberikan informasi kepada pihak pengelola ojek online mengenai pengemudi yang melakukan pelanggaran untuk diberikan sanksi sesuai ketentuan peraturan perusahaan. Untuk pengawasannya, pihaknya akan rutin melakukan patroli dengan petugas gabungan.

"Empat hari ke depan kami akan sosialisasi sekaligus patroli untuk menjalankan kebijakan ini," tutupnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini