Waspadai Dampak Bencana Hidrometeorologi, BMKG: Jakarta Berstatus Level Siaga!

Komaruddin Bagja, Sindonews · Selasa 14 September 2021 13:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 14 338 2471092 waspadai-dampak-bencana-hidrometeorologi-bmkg-jakarta-berstatus-level-siaga-LhMWaik5l4.jpg ilustrasi: Okezone

JAKARTA- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memaparkan Prakiraan Cuaca Berbasis Dampak (IBF-Impact Based Forecast) BMKG, yaitu potensi dampak bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang dan atau tanah longsor dari cuaca ekstrem hingga tiga hari ke depan yakni tanggal 15 September 2021.

(Baca juga: Viral! Bule Kanada Ini Nikahi Wanita Indonesia dan Tinggal di Hutan 15 Tahun)

"Untuk level siaga berada di wilayah provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto, Selasa (14/9/2021).

Sementara itu, Fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Kelvin terpantau aktif di wilayah Indonesia hingga seminggu ke depan. MJO, gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Kelvin adalah fenomena dinamika atmosfer yang mengindikasikan adanya potensi pertumbuhan awan hujan dalam skala yang luas di sekitar wilayah aktif yang dilewatinya.

(Baca juga: Bencana Hidrometeorologi Masih Mendominasi di Bulan Juli, Ini Rinciannya)

Dijelaskannya, fenomena MJO dan gelombang Kelvin bergerak dari arah Samudra Hindia ke arah Samudra Pasifik melewati wilayah Indonesia dengan siklus 30-40 hari pada MJO, sedangkan pada Kelvin skala harian.

Sebaliknya, Fenomena Gelombang Rossby bergerak dari arah Samudera Pasifik ke arah Samudra Hindia dengan melewati wilayah Indonesia. Sama halnya seperti MJO maupun Kelvin, ketika Gelombang Rossby aktif di wilayah Indonesia maka dapat berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah indonesia. Selain itu, terbentuknya belokan maupun pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) dapat mengakibatkan meningkatnya potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.

Suhu muka laut dan anomali suhu muka laut juga terpantau masih hangat di sebagian besar perairan di Indonesia, yang mendukung peningkatan suplai uap air sebagai sumber pembentukan awan-awan hujan.

"Kondisi tersebut juga didukung oleh masih tingginya kelembaban udara di sebagian besar wilayah di Indonesia hingga seminggu ke depan," tutupnya.

Berdasarkan kondisi tersebut diuraikan di atas, BMKG memprakirakan potensi Potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir/angin kencang dalam periode 13 - 20 September 2021 terdapat di wilayah Provinsi:

1. Aceh

2. Sumatra Utara

3. Sumatra Barat

4. Bengkulu

5. Riau

6. Kep. Riau

7. Jambi

8. Sumatra Selatan

9. Kep. Bangka Belitung

10. Lampung

11. Banten

12. Jawa Barat

13. DKI Jakarta

14. Jawa Tengah

15. Yogyakarta

16. Jawa Timur

17. Kalimantan Barat

18. Kalimantan Tengah

19. Kalimantan Timur

20. Kalimantan Utara

21. Sulawesi Tengah

22. Sulawesi Barat

23. Sulawesi Utara

24. Maluku Utara

25. Maluku

26. Papua Barat

27. Papua

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini