Gegara Ulah Pemabuk, 2 Kelompok Massa Nyaris Bentrok

Hambali, Okezone · Selasa 14 September 2021 22:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 14 338 2471380 gegara-ulah-pemabuk-2-kelompok-massa-nyaris-bentrok-EsDSnyi6La.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

TANGSEL - Gegara kelakuan 2 pemuda yang mabuk minuman keras, dua kelompok massa nyaris terlibat bentrokan di Lengkong Gudang Timur, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel).

Kejadian itu bermula saat dua pemuda yang berboncengan satu sepeda motor berhenti untuk mengisi bensin di salah satu warung sembako di Jalan Lengkong Gudang Timur, Jumat 10 September 2021 malam.

Keduanya meminta pemilik warung berinisial AD (38) mengisi bensin dengan jumlah tertentu. Setelah selesai, kedua pemuda mengaku tak membawa uang, lalu menyerahkan sebuah jam tangan mati sebagai jaminan.

Baca juga:  Sok Jagoan Tenteng Celurit di Jalan, Nyali Rizaldi Ciut saat Ditangkap Polisi

Merasa itu hanya akal-akalan, AD pun menolak dan menyarankan keduanya menaruh handphone sebagai jaminan untuk mengambil uang lebih dulu. Cekcok pun terjadi, salah satu pemuda lantas menghubungi teman-temannya sambil melontarkan ancaman.

"Mereka mabuk, bau minuman. Saya bilang, kalau memang mau ambil uang dulu silahkan, tapi taruh jaminan, handphone atau apalah, buat jaminan aja, nanti bisa diambil lagi. Tapi dia nggak mau, akhirnya nelepon teman-temannya suruh ambil celurit," tutur AD di lokasi, Selasa (14/09/21).

Baca juga:  Viral Video Tawuran Antar-Remaja di Cengkareng, Pelaku: Bacokin, Mati!

Untuk berjaga-jaga, AD akhirnya turut menghubungi teman dan kerabatnya sesama etnis tertentu agar datang ke lokasi. Tak lama kemudian, sejumlah orang yang merupakan teman kedua pemuda tersebut datang.

"Ada beberapa orang yang datang, kelihatannya semua mabuk minuman. Mereka mengaku anggota Ormas PP (Pemuda Pancasila), nantangin saya berantem. Saya nggak tahu mereka bawa senjata atau nggak ya, karena saya fokus di depan warung aja," ungkapnya.

Aksi para pemuda mabuk itu sempat memancing emosi AD. Namun dia memilih menahan diri sambil menunggu kedatangan teman dan kerabatnya. Sesaat kemudian, kelompok AD mulai berdatangan hingga membuat ciut kelompok pemabuk.

"Setelah teman saya kumpul juga, baru mereka mulai lembek. Mereka bilang mau bawa celurit lah segala macam, buat apa? kita aja banyak kok celurit, memang senjata kita itu," terangnya.

Beruntung, cekcok mulut 2 kelompok massa tak berujung pada bentrokan fisik. Para pemuda mabuk akhirnya mundur dan membayar uang pembelian bensin, lalu pergi meninggalkan lokasi.

"Kita sih intinya nggak mau cari gara-gara, kalau dibayar ya selesai. Jadi jangan mentang-mentang anggota ormas berbuat seenaknya sama orang kecil. Kita tahu itu cuma oknum, jadi sekalian kita kasih pelajaran juga," tegasnya.

Detik-detik awal kejadian itu terekam jelas dari kamera Close Circuid Television (CCTV) yang terpasang di lokasi. Rekaman video menunjukkan, kedua pemuda mabuk mencak-mencak kepada AD sembari mondar-mandir di depan warung.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini