Polisi Bongkar Pabrik Ineks Palsu di Johar Baru, Seminggu Produksi 3.000 butir

Komaruddin Bagja, Sindonews · Rabu 15 September 2021 19:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 15 338 2471944 polisi-bongkar-pabrik-ineks-palsu-di-johar-baru-seminggu-produksi-3-000-butir-V40TSw4dwn.jpg Polres Jakpus bongkar home industri ineks palsu (Foto: Komaruddin Bagja)

JAKARTA - Polres Metro Jakarta Pusat mengungkap kasus home industri pembuatan ineks palsu di kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat. Para pelaku menggunakan bahan bahan obat diazepam, cloriflex dan pil kina.

"Kami dari Polres Metro Jakarta Pusat mengungkapkan penyalahgunaan home industri ineks palsu. Kenapa dinamakan ineks palsu? karena menggunakan bahan-bahan obat pertama diazepam, cloriflex dan pil kina," kata Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Heriyanto, Rabu (15/9/2021).

Baca Juga:  Buntut Pemukulan Mahasiswa, Tiga Oknum Sekuriti GBK Diperiksa Polisi

Setyo menambahkan, pelaku mendapatkan untung berlipat dari hasil menjual ineks palsu tersebut. Target pembelinya seputaran wilayah Jakarta. Untuk memberikan warna pada pil ineks palsu itu, pelaku menggunakan spidol warna..

"Untuk lokasi home industri ini di Johar Baru dengan omzet dalam seminggu menghasilkan 3.000 butir dengan nilai keuntungan fantastis. Karena modal yang dikeluarkan Rp5 ribu per butir. Pelaku menjual satu butir seharga Rp200ribu," tambahnya.

Sementara itu, Kasat Res Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Indrawienny Panjiyoga menuturkan, usaha pabrik narkoba rumahan itu baru berjalan sekitar 5 bulan. Efek dari ineks palsu ini timbulnya halusinogen. Berbeda dari ineks asli yang mengandung ampetamin, biasanya pemakai harus menggunakan musik.

"Dia bisa halusinasi, paranoid, emosi tinggi melihat orang dan bermaca-macam. Eefeknya untuk kesehatan sangat berbahaya, spidol warna ini untuk pil yang dicetak," kata Panji.

Baca Juga:  Kebakaran Gedung BPOM, 6 Saksi Diperiksa Polisi

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dikenakan Pasal 60 Ayat (1) b subsider Pasal 62 UU RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang psikotropika dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah). Selain itu, mereka juga dijerat dengan Undang-undang Kesehatan Pasal 5 KUHP.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini