Panglima TNI: Kepemimpinan Lapangan Diperlukan dalam Penanganan Covid-19

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 17 September 2021 15:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 17 338 2472946 panglima-tni-kepemimpinan-lapangan-diperlukan-dalam-penanganan-covid-19-WVx1DSQ0aH.jpg Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (Foto: Doc Puspen TNI)

JAKARTA - Kasus konfirmasi positif Covid-19 di wilayah Jambi menurun setelah melalui beberapa proses. Salah satunya adalah karena pengetatan PPKM level IV yang dilakukan pemerintah.

Hal tersebut merupakan buah kerja keras dari semua pihak yang terus bersinergi dan berkolaborasi tanpa mengenal lelah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Jambi.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memimpin Dialog Interaktif Forkopimda Kota Jambi dan Kab/kota se-Provinsi Jambi. Bertempat di kantor Gubernur Jambi.

Baca Juga:  Saat Jokowi Hadiahi Jaket Bomber Kesayangannya ke Warga Penerima Vaksin

Kegiatan diawali oleh penjelasan dari Gubernur Jambi dan Wali Kota Jambi, terkait dinamika keadaan, kondisi, penanganan serta sinergi setiap komponen dalam menghadapi Ppandemi Covid-19 di wilayah Jambi.

Panglima TNI mengucapkan terima kasih dan menyambut baik penurunan tren positif di Jambi, karena penanganan pandemi membutuhkan partisipasi aktif semua pihak, termasuk masyarakat. Dengan disiplin prokes yang tinggi dan akselerasi vaksinasi maka tren kasus konfirmasi mengalami penurunan.

"Saat ini, Provinsi Jambi mengalami perbaikan dalam penanganan pandemi yang ditandai dengan tren penurunan kasus konfirmasi, perawatan dan kematian. Namun, kita perlu terus mencermati perkembangan data real dan fakta-fakta di lapangan," tegas Panglima TNI, Jumat (17/9/2021).

Baca Juga:  Pandemi Covid-19, Kasal: Pemuda Harus Mampu Berjuang dengan Seluruh Elemen!

Keputusan dalam penanganan pandemi di daerah, tentunya harus didasari oleh data real dan faktual. Sehingga validitas data menjadi sangat penting, dan saat ini pelaksanaan tracing kontak erat masih perlu ditingkatkan hingga mencapai rasio 1:15 sesuai standar yang ditetapkan pemerintah pusat.

Panglima TNI juga menyampaikan kepemimpinan di lapangan sangat diperlukan, Pangdam dan Kapolda serta jajaran TNI Polri agar melakukan pendampingan dalam penanganan Covid-19, termasuk tracing kontak erat, tetapi tetap diperlukan peran Dinas Kesehatan. Termasuk di antaranya vaksinasi dan fasilitas Isoter yang didukung dengan ketersediaan tenaga kesehatan, obat, oksigen dan layanan yang baik guna menekan angka kematian.

Pemda bersama instansi terkait, TNI-Polri, BNPB, Kemenkes harus meningkatkan komunikasi, koordinasi dan kolaborasi dalam manajemen vaksinasi. Tanpa langkah penanganan yang kuat dan sinergi, sulit untuk menjadikan pandemi ini sebagai endemi. Bila itu tidak berhasil, maka perekonomian akan sulit bangkit dan masih akan ada banyak orang yang menjadi korban. Pelaksanakan evaluasi secara berkala juga harus dilakukan sehingga bisa memperbaiki sisi penanganan yang kurang optimal.

Lebih lanjut disampaikan Panglima TNI, bahwa TNI siap menggencarkan serbuan vaksin dan membantu Pemda di sentra-sentra vaksinasi maupun jemput bola dengan mengerahkan vaksinator TNI.

Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan pelaksanaan serbuan vaksinasi Covid-19 di Ratu Convention Center Jambi dengan target vaksinasi sebanyak 2000 orang, sasaran masyarakat umum, mahasiswa dan remaja (12-17 tahun) dengan vaksinator 62 personel.

Sebelum mengakhiri kegiatan, Panglima TNI dan Kapolri melaksanakan peninjauan kegiatan Vaksinasi melalui virtual di Wilayah Provinsi Jambi yang diikuti dengan total titik wilayah/tempat provinsi Jambi yang diikuti 26 peserta baik dari Korem, Kabupaten, Polres, Kodim dan Dinas Kesehatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini