Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Tersisa 2.958 Pasien

Komaruddin Bagja, Sindonews · Jum'at 17 September 2021 21:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 17 338 2473136 kasus-aktif-covid-19-di-jakarta-tersisa-2-958-pasien-sFz3WjKBWe.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 16.944 spesimen.

"Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 14.910 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 206 positif dan 14.704 negatif. Selain itu, dilakukan pula tes Antigen hari ini sebanyak 1.238 orang dites, dengan hasil 3 positif dan 1.235 negatif," kata Dwi di Jakarta, Jumat (17/9/2021).

Lebih lanjut, Dwi juga menyampaikan, target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu.

"Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 118.320 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 570.365 per sejuta penduduk," terangnya.

Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta turun sejumlah 156 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 2.958 (orang yang masih dirawat/ isolasi). Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 855.806 kasus.

Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR.

Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 839.379 dengan tingkat kesembuhan 98,1%, dan total 13.469 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,3%.

"Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 1,4%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 14,1%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%," tuturnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini