Lakukan Pendekatan Persuasif, Pemprov DKI Sebut Denda Bagi Penolak Vaksin Belum Diperlukan

Dominique Hilvy Febiani, MNC Media · Sabtu 18 September 2021 06:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 18 338 2473190 lakukan-pendekatan-persuasif-pemprov-dki-sebut-denda-bagi-penolak-vaksin-belum-diperlukan-eZIawcyaMP.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Pemprov DKI mengatakan bahwa pihaknya belum menerapkan sanksi denda kepada masyarakat yang menolak vaksin.

"sejauh ini kita belum terapkan denda atau sanksi untuk vaksin karena ini kan masalah keselamatan kesehatan,” kata Ariza di Balai Kota (17/9/2021).

Ariza mengatakan bahwa untuk saat ini penerapan sanksi denda bagi masyarakat yang menolak vaksin belum diperlukan.

“Dimungkinkan sejauh ini belum ada yang menolak secara terang benderang secara terbuka belum ada sejauh ini siapa pun yang diminta siap vaksin. Apa pernah dengar ada yang menolak? Kan nggak ada sampai saat ini,” ujarnya.

Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, Pemprov DKI terus berupaya untuk melakukan pendekatan sosialisasi kepada masyarakat untuk vaksinasi.

“Jadi kami melakukan persuasif pendekatan Kami yakin semua warga ingin divaksin kecuali yang tidak memenuhi syarat comorbid dan sebagainya,” ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebut saat ini ada sekitar 2,5 juta warga ber-KTP Jakarta belum divaksin Covid-19. Berdasarkan data 11 September 2021, warga Jakarta yang telah divaksin berjumlah 10,3 juta jiwa.

Anies membeberkan rata-rata warga yang belum divaksin perlu diajak secara persuasif. Selain itu, ada yang masih tercatat sebagai warga Jakarta, tetapi sudah pindah domisili.

"Ini sebagian adalah memang tidak mau vaksin, harus diajakin. Sebagian lagi orangnya KTP Jakarta tapi pindah gak ngambil KTP, tapi tercatat sebagai KTP Jakarta," kata Anies di Masjid Al-Wiqoyah Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (12/9/2021).

Anies menekankan, mereka yang belum tervaksin harus ditarget agar terealisasi semua. Ia mencontohkan di Kecamatan Jagakarsa yang saat ini masih ada 100 ribu orang belum divaksin, sehingga jumlah itu harus dituntaskan.

"Jadi kalau di Jagakarsa ada 100 ribu, Insya Allah 100 ribu di Jagakarsa segera tuntas, angkanya turun. Nanti kita kejar ke tempat lainnya. Supaya angka yang belum divaksin di Jakarta Insyah Allah mendekati nol," ujarnya.

Sementara itu, secara terpisah Ketua MUI Kecamatan Jagakarsa, Sulaiman Rohimin menambahkan, untuk mendukung pemerintah daerah menuntaskan vaksinasi, pihaknya membuka sentra vaksinasi dengan target 1.000 peserta setiap harinya. Tapi, dalam pelaksanaannya di lapangan melebihi target tersebut.

"Target, memang kita sapujagat 1.000 peserta, namun di lapangan melebihi hampir 1.300 peserta," tuturnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini