Diduga Peras Calon Kades di Tangerang, 2 Wartawan dan Pegawai Honorer Ditangkap

Hasan Kurniawan, Okezone · Senin 20 September 2021 09:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 20 338 2473881 diduga-peras-calon-kades-di-tangerang-2-wartawan-dan-pegawai-honorer-ditangkap-nzk1Pcnklc.jpg Ilustrasi (Ist)

TANGERANG - Tiga pria masing-masing berinisial DAF (25), IR (39), dan AMS (34), ditangkap petugas Unit Jatanras Polresta Tangerang. Mereka diduga memeras calon Kepala Desa (Kades) Ranca Kelapa, BF (35).

Dari tiga orang itu, dua di antaranya mengaku sebagai wartawan media online lokal, yaitu AMS dan IR. Seorang lainnya yakni DAF merupakan pegawai honorer di Dinas Pemerintahan Desa Kabupaten Tangerang.

Kapolresta Tangerang, Kombes Sri Wahyu Bintoro mengatakan, dugaan pemerasan tersebut berawal dari laporan korban. BF mengaku mendapatkan ancaman berupa pemberitaan.

"Dari hal itu, tindak pemerasan pun terjadi. Ia meminta pihak berita online melalui IR dan AMS untuk menghapus pemberitaan. Korban diminta untuk menyerahkan uang Rp15 juta," katanya, Minggu (19/9/2021).

Akhirnya, terjadi kesepakatan. Namun, jika tidak dipenuhi, beritanya akan dinaikkan kembali. Tetapi sebelum bertemu DAF, korban memberikan laporan dan melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian.

"Pada Sabtu 18 September 2021, pukul 22.00 WIB, pelaku DAF menemui korban untuk mengambil uang yang telah disepakati. Bertepatan dengan itu, petugas langsung mengamankan DA di kawasan Cikupa," ujarnya.

Baca Juga : 2 Petugas Dishub DKI Diduga Peras Sopir Bus Peserta Vaksinasi

Kemudian, penangkapan dilanjutkan pada dua pelaku lainnya. IR diciduk jam 04.00 pagi di rumahnya Desa Sodong, Tigaraksa, dan AMS jam 06.00 pagi di kediamannya Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang.

Saat ini, ketiganya masih berada di Mapolresta Tangerang untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Nantinya, ketiga pelaku dikenakan Pasal 368 KUHP dan atau 369 KUHP dengan ancaman pidana 5 tahun penjara.

"Masih dalam proses lidik dan sidik dan sudah ada kuasa hukum yang mendampingi. Polri akan bertindak proporsional, profesional, dan prosedural. Setelah proses sidik, nanti akan kita rilis," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini