Polisi: Perburuan Knalpot Bising Tidak dengan Razia

Erfan Maaruf, iNews · Senin 20 September 2021 11:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 20 338 2473946 polisi-perburuan-knalpot-bising-tidak-dengan-razia-bXGhptbCjN.jpg Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo (foto: MNC Portal)

JAKARTA - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yugo mengatakan, akan mengikuti instruksi Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran untuk memburu pengendara knalpot bising. Meski begitu dia menegaskan, perburuan knalpot tidak dengan razia.

Sambodo mengatakan, bahwa cara razia untuk memburu para pengguna knalpot bising, lampu rotator, hingga balapan liar di Ibu Kota DKI Jakarta berpotensi menimbulkan kerumunan jika menggunakan sistem penghentian di tengah jalan.

"Saya tegaskan sebagaimana disampaikan kami tidak akan melakukan razia di jalan, karena akan berpotensi menimbulkan kerumunan," kata Sambodo kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin (20/9/2021).

Baca juga:  314 Kendaraan Ditilang saat Crowd Free Night, K


Sebagaimana diketahui, Polda Metro Jaya menggelar Operasi Patuh Jaya 2021 pada 20 September hingga 4 Oktober mendatang. Dalam operasi ini ada beberapa sasaran yang menjadi target utama. Namun, khusus lalu lintas pihaknya akan khusus menargetkan pengguna knalpot bising, lampu rotator, dan balapan liar.

"Jadi walaupun tidak melakukan razia dijalan, tetapi ada beberapa kendaraan yang menjadi target khusus selama operasi patroli kita tertibkan," jelasnya.

Baca juga:  Polisi Akan Tilang Kendaraan Pakai Rotator dan Knalpot Bising

Pertama, pengguna knalpot bising yang akan terus digencarkan oleh Satuan Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Kedua, adalah penggunaan rotator dan sirene yang tidak sesuai aturan.

Hal itu dilakukan karena kendaraan banyak pelat hitam yang menggunakan rotator dan sirene. Padahal sesuai UU Lalu Lintas hanya ada 7 golongan yang mempunyai hak untuk mendapatkan hak prioritas di jalan hanya ada beberapa warna lampu rotator.

Rotator warna biru untuk Polri dan TNI, dan kendaraan darurat (seperti) pemadam kebakaran ambulans. Kemudian rotator warna kuning untuk kepentingan umum, kebersihan jalan dan sebagainya dan angkutan berat.

"Di luar itu tidak boleh. Jadi kalau ada berpelat hitam menggunakan rotator, berarti itu melanggar aturan. Saya sampaikan dan sekali lagi apabila ada kendaraan yang berpelat hitam apa pun pelatnya berarti itu adalah mobil pribadi, dan tidak boleh menggunakan sirene atau rotator," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini